Hubungan kerjasama antara Indonesia-Jepang akan memasuki usia ke 60 tahun pada 2018. Berbagai macam hal dilakukan untuk secara terus menerus mempererat hubungan kerjasama antar kedua negara, termasuk salah satunya program pengiriman pemimpin pondok pesantren Indonesia ke Jepang.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii menilai bahwa para peserta merasa lebih dekat dan mengenal lebih jauh mengenai Jepang melalui program yang sudah berjalan 14 tahun tersebut.
“Peserta membawa perasaan lebih akrab setelah menyentuh kebiasaan dan kebudayaan Jepang secara langsung dan menemukan kemiripan antara ajaran agama Islam dalam kedisiplinan dan kebiasaan Jepang yang dipraktikan”, ujar Dubes Ishii dalam acara buka puasa bersama yang diselenggarakan di kediamannya (7/6/2017).
Ishii juga mengatakan bahwa Negara Jepang menganggap Indonesia menjadi salah satu negara penting bagi Jepang. Selain itu, program tersebut merupakan hal yang wajar karena Jepang terbuka berbagai macam agama dan budaya.
“bagi Jepang, melalui program kunjungan pemimpin ponpes ini merupakan kesempatan sangat penting, karena kami bisa belajar banyak tentang kebiasaan Indonesia atau Islam”, ujar Ishii.
Ishii juga mengatakan mengenai peningkatan turis Indonesia ke Jepang, hal ini membuat banyaknya restoran yang menyajikan berbagai macam makanan Indonesia dan pastinya halal. Ishii juga memaparkan bahwa dirinya juga menjadi salah satu penggemar kuliner Indonesia.
Pada awal tahun depan, pemerintah Jepang akan mengundang 20 pemuda dari ahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam program genesis.
“Dalam situasi internasional yang tidak pasti, pertukaran pemuda pemudi adalah upaya penting untuk meningkatkan kepastian masa depan Indonesia dan Jepang, dan saya akan melanjutkan program ini”, imbuh Ishii.
Menurut Ishii pertukaran pemuda pemudi tersebut sebagai upaya peningkatkan masa depan Indonesia dan Jepang.
