Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengatakan Komnas HAM telah membentuk suatu tim pemantau penyelidikan untuk membantu para polisi dalam mengungkap pelaku kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Pembentukan tim tersebut untuk membangun koordinasi aktif dengan kepolisian.
“Kami selalu berbagi informasi jika misalnya kami dapat temuan, yang sekiranya bisa membantu proses penyelidikan”, ujar Natalius. (10/6/2017)
Menurut Natalius sudah ada banyak pihak lain yang turut membantu dan mendukung pemecahan kasus penyelidikan tersebut. Walaupun begitu, semua pihak tersebut tetap perlu menghormati dan memberi kepercayaan penuh terhadap kepolisian yang memiliki wewenang mengatasi kasus tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, kondisi Novel saat ini masih menjalani proses pengobatan di salah satu rumah sakit di Singapura dengan biaya pengobatan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
