Ketas (Kami) adalah salah satu contoh yang bagus di mana bahan sederhana namun bisa menampilkan keindahan yang luar biasa. Selain origami (kertas lipat) dan kirigami (pemotongan kertas), ada satu bentuk seni kertas Jepang yang telah bertahan dari dalam waktu yang lama adalah karakami.

Melihat Karakami Lebih Dekat

Karakami secara harfiah berarti “kertas Cina”. Karakami merupakan kertas dekoratif tradisional yang diperkenalkan kepada Jepang oleh orang Cina selama Periode Nara (710-794).
Karakami terdiri dari jenis kertas khusus yang terbuat dari pulp kayu pohon murbei, yang dikenal sebagai washi dan kayu (juga disebut “hangi”). Karena kertas washi lebih tangguh daripada kertas biasa, karakami juga digunakan sebagai penutup di fusuma (pintu geser) dan wallpaper.
Kuncinya adalah Keseimbangan

Karakami menggunakan prinsip keseimbangan. Keseimbangan dalam desain dan motif, maksudnya mempertimbangkan keharmonisan yang dihasilkan antara motif cetak dan ruang kosong pada lembaran washi. Intinya, motif harus melengkapi ruang kosong, dan motif ini diharapkan bisa langsung menarik perhatian seseorang.
Warna dan Pola

Sebagian besar seniman karakami hanya menggunakan dua warna: warna washi dan warna motifnya. Penggunaan warna dan desain didasarkan pada perasaan, kenangan, dan estetika setiap seniman. Beberapa tema pola karakami yang paling umum termasuk Keluarga Kekaisaran, upacara minum teh, samurai dan kuil. Ada juga gaya karakami yang terinspirasi dari tema Eropa, menunjukkan bahwa para seniman karakami juga terbuka terhadap gagasan baru.
Atelier KIRA KARACHO: Empat Abad Kesenian Karakami

Selama periode Heian seni karakami sangat terkenal di Kyoto, dan menjadi lebih terkenal ketika digunakan kalangan perwira istana kaisar dan bangsawan. Sayangnya, banyak yang dibakar selama Kyoto inferno. Ketika Revolusi Industri di Jepang, banyak usaha produksi karakami ditutup karena kemunculan mesin kertas yang diproduksi secara masal.

Meski mengalami masa-masa sulit ini, karakami Atelier KIRA KARACHO telah berhasil bertahan sejak didirikan pada tahun 1624 dan telah membantu melestarikan seni tradisi karakami sepanjang waktu. Saat ini studio Karacho menampung lebih dari 600 hangi woodblocks yang telah diukir oleh 11 generasi pengrajin. Seminar dan lokakarya juga diselenggarakan oleh pengrajin karakami profesional di Karacho untuk menjaga tradisi tetap hidup.
