Beranda » Kerjasama Antara Bali & Kumamoto, Jepang

Kerjasama Antara Bali & Kumamoto, Jepang

  • oleh

Karena memiliki banyak kesamaan terutama sektor pariwisata dan pertanian, Provinsi Bali sepakat bekerja sama dengan Provinsi Kumamoto di Jepang. Kerja sama tersebut meliputi bidang peternakan, pertanian dan pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan antar kedua wilayah.

Dilansir dari Bisnis.com, Selasa (6/2/2018), Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan, kerja sama ini sangat penting bagi kemajuan di tiga bidang tersebut, karena kedua wilayah provinsi memiliki banyak kesamaan terutama sektor pariwisata dan pertanian.

β€œKerja sama ini akan memajukan pertanian di sini, mereka punya tekologi tepat guna yang ramah lingkungan, juga tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia, dan mereka mampu menghasilkan pertanian yang bermutu, berkelas tinggi dan mahal. Kenapa kita tidak bisa begitu? Juga peternakan, sapi wagyu yang kita makan dan harganya mahal itu dihasilkan di sana. Dalam pendidikan kita bisa tukar-menukar dosen dan mahasiswa,” jelasnya saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Gubernur Kumamoto Ikuo Kabashima, Senin (5/2/2018).

Kerjasama menindaklanjuti kunjungan Wakil Gubernur Kumamoto ke Bali pada 2015, yang kemudian dibalas dengan kunjungan balasan Gubernur Bali Made Mangku Pastika ke Kumamoto pada 2016 sekaligus melakukan kerjasama sebagai sister province. Pastika menjelaskan Kumamoto telah berhasil melakukan pertanian terbaik di Jepang, bahkan hampir separuh kebutuhan makanan di sana dipasok dari Kumamoto.

Dalam pendidikan, universitas di Kumamoto ternyata salah satu universitas terbaik di Jepang. Jepang memiliki kemajuan teknologi yang tinggi dan ramah lingkungan, namun dengan kemajuan yang dicapainya itu Jepang tetap mampu memelihara budayanya. Menurut Pastika, dengan kerja sama ini nantinya kedua belah pihak akan bertukar pikiran dan khusus bagi Bali akan dapat meningkatkan pengetahuan dalam bidang teknologi pertanian dan peternakan.

Gubernur Kumamoto Ikuo Kabashima menyampaikan apresiasinya atas kerjasama yang telah dijalin selama satu tahun mulai 2016 lalu. Dalam waktu satu tahun ini sudah banyak kemajuan yang telah dilakukan, diantaranya pertukaran mahasiswa antar universitas, dan juga bidang pertanian.

Sehingga nota kesepahaman kali ini diharapkan akan lebih banyak lagi melakukan hal-hal yang lebih konkrit. Mr Ikuo menilai perkembangan pembangunan Bali dan Jepang semakin hari semakin baik, sehingga banyak hal yang bisa dikerjasamakan.

Sebelumnya, Presiden Direktur Kamichiku Holdings sebuah perusahaan di bidang peternakan sapi, yang termasuk dalam delegasi Kumamoto, sudah melihat langsung bagaimana pengembangan sapi Bali saat ini. Paska meliha proses peternakan sapi Bali, mereka menilai perlu ada langkah-langkah strategis mulai dari pengembangbiakan sapi, cara potong, distribusi hingga promosi daging sapi itu sendiri.

Semua hal ini perlu melibatkan pemangku kepentingan seperti produsen, konsumen, hotel dan sebagainya. Oleh sebab itu, ia mengundang pihak Pemprov Bali untuk melihat langsung peternakan Kamichiku di Kagoshima yang sudah berdiri sejak 1985 dan berkembang dari 4 orang karyawan hingga sekarang memiliki 150 karyawan dan membuat berbagai produk olahan sapi.

Presiden Direktur Kamichiku Holdings Masashi Kamimura mengungkapkan niatnya untuk membantu Pemerintah Provinsi Bali yang ingin meningkatkan kesejahteraan peternak Sapi Bali.

Hal itu sejalan dengan niat Pemprov Bali untuk membangun industri Sapi Bali, karena impor daging sapi ke daerah ini sebanyak 2.000 ton per tahun untuk kebutuhan hotel dan restoran. Di sisi lain, daging sapi Bali justru lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan daerah lain seperti Jawa dan Sumatera

Sektor pertanian sejak beberapa tahun belakangan ini terus digenjot Pemprov Bali agar memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah. Mengacu data BPS Bali, struktur perekonomian Bali didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu,penyediaan akomodasi dan makan minum (22,77%); pertanian, kehutanan dan perikanan (14,35%) serta transportasi dan pergudangan (9,2%).

Jika dibandingkan dengan triwulan IV/2016, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang tercatat mengalami pertumbuhan negatif. Sumber utama pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan IV/2017 adalah lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 1,29% dan kontruksi 0,84%.

Walaupun mendominasi struktur ekonomi Bali setelah lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan andil dalam perlambatan ekonomi Bali pada triwulan IV/2017 karena mengalami pertumbuhan negatif sebesar -0,2%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.