ホーム Business Corona Melonjak, 12 Operator Kereta di Tokyo Tidak Beroperasi Di Malam Tahun...

Corona Melonjak, 12 Operator Kereta di Tokyo Tidak Beroperasi Di Malam Tahun Baru

109
0
Stasiun Shinagawa Tokyo. Foto Andylala

NIINDO.COM –  Dua belas operator kereta api dan kereta bawah tanah di wilayah metropolitan Tokyo tidak akan menjalankan layanan sepanjang malam mulai 31 Desember hingga 1 Januari.

Kebijakan ini adalah salah satu bagian dari tindakan pencegahan meluasnya pandemi Virus Corona. Hal itu dimaksu untuk mengurangi kerumunan orang yang menuju ke kuil dan acara hitung mundur Malam Tahun Baru.

Dikutip dari situs Japan Today, Keputusan itu diambil sebagai tanggapan atas permintaan Gubernur Tokyo Yuriko Koike dan Gubernur Prefektur Kanagawa, Saitama, dan Chiba untuk tidak mengoperasikan kereta sepanjang malam.

Bagi perusahaan perkeretaapian Japan Railway (JR) East, kebijakan ini menjadi kali pertama sejak didirikan pada tahun 1987. JR East mengoperasikan antara lain jalur Yamanote dan Chuo yang merupakan jalur tersibuk di Tokyo.

Baca juga : Api Olimpiade Tetap Diarak Mengelilingi 47 Prefektur Jepang

Kereta bawah tanah Tokyo Metro dan Toei juga termasuk di antara perusahaan-perusahaan yang mempersingkat jam kerja mereka. Seperti juga operator jalur Rapid Transit Area Keikyu, Keisei, Keio dan Tokyo Waterfront.

kereta-api-jepang-jr-east-tak-beroperasi-saat-malam-pergantian-tahun
Stasiun Kereta Shibuya Tokyo Jepang. Foto Andylala.

Selain itu, Monorel Shonan di Prefektur Kanagawa, yang populer di kalangan orang yang ingin melihat matahari terbit pertama tahun baru, juga akan ditangguhkan pada malam tahun baru. Seibu Railway, Odakyu Electric, Tokyu Corp dan Tobu Railway adalah operator lain yang akan menangguhkan layanan sepanjang malam pergantian tahun.

Langkah pencegahan meluasnya wabah Virus Corona dilakukan oleh Pemerintah Pusat Jepang yang kemudian diikuti di masing-masing prefektur di seluruh Jepang.

Pemerintah Jepang pada pekan lalu menangguhkan program subsidi untuk promosi pariwisata domestik secara nasional atau disebut ‘Go To Travel’ selama liburan Tahun Baru di tengah lonjakan kasus virus korona,

Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan penghentian program Go To Ttavel ini akan berlangsung jelang akhir Desember 2020 hingga pekan kedua Januari 2021.

“Kampanye “Go To Travel” akan dihentikan dari 28 Desember hingga 11 Januari. Dan apakah akan memulai kembali program, akan diputuskan pada saat itu berdasarkan situasi terbaru”, demikian Yoshihide Suga pada pertemuan satuan tugas pemerintah tentang tanggapan lonjakan virus Corona di Jepang pekan lalu.

Pada awal Desember, Pemerintah prefekturTokyo mempersingkat jam operasional restoran dan tempat serupa terkait dengan kenaikan infeksi pandemi Virus Corona di ibukota negeri matahari terbit itu.

Pemerintah metropolitan Tokyo pada hari Sabtu (19/12) melaporkan 736 kasus baru Virus Corona. Angka ini naik 72 poin kasus dari hari Jumat (18/12). Jumlah tersebut merupakan hasil dari 8.727 tes yang dilakukan pada Kamis (16/12).

Dari penghitungan tersebut membuat total kumulatif Tokyo menjadi 50.890 kasus.

Berdasarkan kelompok usia, jumlah kasus tertinggi adalah orang berusia 20-an (207), diikuti oleh 136 di usia 30-an, 111 di 40-an, 97 di 50-an dan 54 di 60-an.

Jumlah orang yang terinfeksi yang dirawat di rumah sakit dengan gejala parah di Tokyo adalah 62 orang.

Secara nasional, jumlah kasus yang dilaporkan mencapai 2.983 per hari nya. Setelah Tokyo, prefektur dengan kasus terbanyak per hari nya adalah Kanagawa (315), Osaka (309), Aichi (230), Saitama (226), Fukuoka (134), Hokkaido (132), Chiba (128), Kyoto (81), Hiroshima (79), Okayama (60), Miyagi (47), Gifu (36), Gunma (30) dan Shizuoka (30). (Andylala)

Baca juga :  Daihatsu Hijet Berusia Lebih dari Setengah Abad, Menjadi Tren Kendaraan Niaga Mini

Tonton juga :

返事を書く

あなたのコメントを入力してください。
ここにあなたの名前を入力してください