Beranda » Kepolisian Tokyo: Buronan Serangan Bom Dirawat di Rumah Sakit Tanpa Menunjukkan Identitasnya

Kepolisian Tokyo: Buronan Serangan Bom Dirawat di Rumah Sakit Tanpa Menunjukkan Identitasnya

NIINDO – Sumber-sumber kepolisian Jepang mengatakan seorang tersangka buronan yang diyakini terlibat dalam serangan bom pada tahun 1970-an tidak menunjukkan kartu asuransi kesehatan atau tanda pengenal lainnya ketika ia dirawat di rumah sakit.

Petugas kepolisian Tokyo mencoba mengidentifikasinya melalui analisis DNA dan cara lainnya. Mereka juga menyelidiki bagaimana pria itu melewati masa buron bertahun-tahun.

Kepolisian mendapat informasi bahwa seorang pria yang diyakini sebagai buronan Kirishima Satoshi dirawat di rumah sakit di Prefektur Kanagawa, dekat Tokyo. Mereka menahannya pada Kamis (25/01/2024).

Baca juga : Turnamen Keihin Cup 2023: Merajut Silaturahmi Melalui Futsal

Kirishima adalah anggota Front Bersenjata Anti-Jepang Asia Timur. Kelompok ini diyakini bertanggung jawab atas serangkaian serangan bom yang dilakukan pada tahun 1974 dan 1975. Kirishima dimasukkan dalam daftar buronan nasional karena diduga terlibat dalam salah satu serangan di Distrik Ginza, Tokyo pada tahun 1975.

Sumber penyidikan mengatakan kepada NHK bahwa orang yang mengaku sebagai Kirishima itu tidak menunjukkan kartu asuransi kesehatan di rumah sakit dan memilih untuk membayar pengobatan dengan uang sendiri.

Ia dikabarkan menderita kanker perut. Walaupun dirinya mampu menanggapi penyelidik, Kirishima mengalami sakit parah dan kehilangan kesadaran dari waktu ke waktu.

Baca juga : Orang Jepang Hidup hingga 100 Tahun, Ini 5 Makanan Favorit Mereka

Ia dikutip mengatakan ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan menggunakan nama aslinya.

Pria tersebut juga diketahui bekerja di sebuah perusahaan teknik sipil di Prefektur Kanagawa sebelum dirawat di rumah sakit baru-baru ini.

Dikutip dari NHK WORLD JAPAN

(

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.