NIINDO – Kasus pneumonia mikoplasma di Jepang mencapai rekor tertinggi selama tiga pekan berturut-turut. Pneumonia mikoplasma merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh bakteri. Anak-anak lebih rentan terinfeksi.
Penyakit ini menyebar melalui droplet dan kontak fisik, serta menyebabkan berbagai gejala, seperti demam, kelelahan, sakit kepala, dan batuk.
Batuk dapat berlangsung selama lebih dari seminggu. Beberapa pasien memerlukan rawat inap karena pneumonia parah atau fisik yang lemah.
Baca juga : Jepang Akan Tetapkan Target Atasi Penurunan Kapasitas Truk
Data dari Institut Nasional Penyakit Menular menunjukkan bahwa jumlah rata-rata kasus yang dilaporkan oleh sekitar 500 institusi medis di seluruh negeri mencapai 1,95 kasus per institusi dalam satu pekan hingga 13 Oktober.
Angka tersebut naik selama tujuh pekan berturut-turut dan merupakan yang tertinggi sejak metode pencatatan saat ini dimulai pada 1999.
Prefektur Fukui mencatat rata-rata 5,67 pasien per institusi, diikuti oleh Aichi dengan 5 kasus dan Kyoto dengan 4,29 kasus.
Baca juga : Jepang Akan Tetapkan Target Atasi Penurunan Kapasitas Truk
Profesor Oishi Tomohiro dari Sekolah Kedokteran Kawasaki mengatakan jumlah pasien kemungkinan akan tetap tinggi karena penyakit ini lebih mudah menyebar pada musim dingin.
Ia mendesak orang-orang agar mengenakan masker di sekolah dan tempat-tempat lain, di lingkungan terjadinya kontak manusia secara rutin, guna membantu mencegah penularan.
Dikutip dari : NHK NEWS
