NIINDO – Pemerintah Jepang resmi menambahkan kanal bersejarah yang menghubungkan Danau Biwa dengan Kota Kyoto ke dalam daftar harta nasional. Penetapan ini diumumkan oleh Badan Urusan Kebudayaan pada Jumat, 16 Mei 2025.
Kanal tersebut merupakan peninggalan penting dari era Meiji, masa ketika Jepang mulai mengadopsi teknologi konstruksi dan rekayasa dari dunia Barat. Struktur ini tidak hanya memainkan peran krusial dalam pengembangan infrastruktur pada akhir abad ke-19, tetapi juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari lanskap budaya dan sejarah Kyoto.
Lima komponen utama dari kanal ini ditetapkan sebagai harta nasional baru. Di antaranya adalah akuaduk bata yang terletak di area Kuil Nanzenji, tiga buah terowongan, serta jalur rel kuno yang dirancang untuk mengangkut perahu naik dan turun di lereng curam. Teknologi ini mencerminkan perpaduan antara pengetahuan lokal dan inovasi teknik Barat pada masa tersebut.
Baca juga : Survei: Proporsi Ibu di Jepang yang Mengandalkan ASI Menurun
“Fasilitas-fasilitas ini memiliki nilai historis dan estetika yang tinggi, serta berkontribusi dalam membentuk identitas kota Kyoto,” ujar perwakilan dari panel ahli yang melakukan peninjauan.
Selain kanal dan infrastrukturnya, pemerintah juga menetapkan 24 bangunan yang berdiri di sepanjang jalur kanal sebagai properti budaya penting. Bangunan-bangunan ini dinilai mencerminkan gaya arsitektur dan kehidupan masyarakat pada masa Meiji hingga awal Showa.
Dalam pengumuman yang sama, bangunan ikonik “Tower of the Sun” (太陽の塔, Taiyō no Tō) di Prefektur Osaka turut dikukuhkan sebagai warisan budaya penting. Menara karya seniman avant-garde Okamoto Tarō ini menjadi simbol utama pada Expo Dunia 1970 yang digelar di Osaka.
Baca juga : Kota Fujiyoshida Renovasi Kabin di Kaki Gunung Guji
Menurut panel ahli, menara tersebut merepresentasikan semangat zaman serta optimisme masyarakat Jepang dalam menghadapi era pertumbuhan ekonomi pesat pascaperang.
Penetapan ini menandai komitmen berkelanjutan pemerintah Jepang dalam melestarikan warisan budaya bangsa, sekaligus mengajak generasi muda untuk mengenal dan menghargai nilai sejarah di balik setiap struktur yang menjadi saksi perjalanan waktu.
Diutip dari NHK NEWS
