NIINDO – Pengamat transportasi Djoko Setidjowarno menilai keputusan PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) yang mengimpor tiga rangkaian kereta (trainset) pada 2024 karena kebutuhan mendesak.
“PT Industri Kereta Api (INKA) tidak bisa sesegera mungkin memproduksi kereta dalam waktu dekat. Kalau bisa dalam waktu 2024 atau 2025, baru bisa ada. Sementara, kebutuhan itu mendesak. Jadi tidak bisa tidak, harus impor dari Jepang sementara menanti kesiapan PT INKA,” kata Djoko dihubungi Kompas.com, Selasa (30/1/2024).
Menurut Djoko, impor dari Jepang atau produksi dari INKA, semuanya baik. Djoko menyebut kenyamanan penumpang adalah hal yang utama.
Baca juga : Edukasi Pengunjung, Kebun Binatang Jepang Ajari Tangkap Beruang Lepas
“Jadi semuanya baik, yang penting segera dilakukan pengadaan baru agar penumpang KRL tidak merasa kesulitan ketika berangkat pagi dan pulang sore hari, di mana dibutuhkan sarana yang andal,” jelasnya.
“Dari segi kualitas, semua sama saja. Harganya tidak jauh berbeda dan kualitas sama-sama oke,” lanjutnya.
Djoko lebih menyoroti perilaku konsumen dalam hal ini penumpang yang dinilainya sangat meningkat berbanding lurus dengan kualitas.
“Penumpang kereta api dulu itu beda sekarang. Ada nilai yang berubah. Ya itu lebih bagus. Mereka lebih nyaman menggunakan kereta daripada mode transportasi lainnya,” tutur Djoko.
“Peningkatan kualitas dari waktu ke waktu itu membuat penumpang bisa menyesuaikan diri dengan kualitas yang diberikan KAI,” lanjutnya.
Baca juga : Resep Spaghetti ala Jepang, Sajian Pasta Adaptasi Bumbu Jepang!
Sebagai informasi, program pengadaan KRL dilakukan hingga 2027. Sampai saat ini, KCI baru menandatangani kontrak 16 trainset melalui INKA.
Lalu, akan ada penambahan delapan trainset pada 2025. Secara keseluruhan, terdapat 24 trainset yang dipesan KCI melalui INKA.
KAI Commuter membukukan total pengguna sebanyak 331.894.721 orang atau naik sebesar 38 persen dibanding tahun 2022 di luar volume pengguna Commuter Line Basoetta yang mulai di operasikan pada 1 Januari 2023.
Pada 2024 KAI memperkirakan bakal terjadi lonjakan penumpang terus menerus dari waktu ke waktu.
Dikutip dari Kompas.com
