NIINDO.COM – Sekelompok peneliti Jepang mengatakan survei yang mereka lakukan menunjukkan bahwa jumlah anak yang merasa ingin bunuh diri di negara tersebut mungkin meningkat setelah pandemi COVID-19 dimulai.
Para peneliti di Pusat Kesehatan dan Perkembangan Anak Nasional dan lainnya melakukan survei di 31 institusi medis di seluruh Jepang yang berspesialisasi dalam perawatan kesehatan mental bagi anak-anak. Tujuan dari survei ini adalah guna mengetahui apakah ada perubahan yang terjadi pada kesehatan mental anak-anak sebelum dan sesudah terjadinya pandemi.
Survei tersebut menemukan bahwa, selama tahun fiskal 2022, yang berakhir pada Maret 2023, terdapat 214 pasien pertama di bawah usia 20 tahun yang didiagnosis dokter memiliki keinginan untuk bunuh diri. Pada tahun fiskal 2019, sebelum pandemi dimulai, angkanya adalah 135. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 60 persen.
Baca juga : Gedung Tertinggi di Jepang Dibuka di Distrik Minato Tokyo
Berdasarkan gender, 166, atau lebih dari 70 persen pasien tersebut, adalah perempuan.
Pada tahun fiskal 2022, 110 anak muda mencoba bunuh diri sebelum mereka mengunjungi salah satu institusi tersebut. Sebagai perbandingan, jumlah pada tahun fiskal 2019 adalah 63. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 70 persen.
Dokter Koeda Tatsuya, Wakil Kepala Pusat Kesehatan dan Perkembangan Anak Nasional, mengatakan pembatasan yang diberlakukan untuk membendung penularan mungkin berdampak negatif pada kemampuan anak-anak berkomunikasi.
Ia menambahkan jumlah anak yang mempunyai pikiran untuk bunuh diri mungkin meningkat. Dokter tersebut juga menekankan bahwa masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa nyaman.
Dikutip dari NHK NEWS
