NIINDO – Pemerintah Jepang meningkatkan upaya untuk merekrut pekerja perawatan dari luar negeri karena Jepang menghadapi kekurangan tenaga kerja yang makin parah. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan memperkirakan jumlah perawat lansia di Jepang berjumlah sekitar 2,15 juta orang pada tahun fiskal 2022. Dikatakan bahwa 2,72 juta pekerja akan dibutuhkan pada tahun fiskal 2040, yang berarti kemungkinan akan terjadi kekurangan sekitar 570.000 orang dalam kondisi saat ini.
Kementerian tersebut berharap dapat merekrut lebih dari 50.000 perawat lansia dari luar negeri melalui program pekerja terampil tertentu pada tahun fiskal lalu. Namun, Badan Layanan Imigrasi mengatakan lebih dari 39.000 orang diizinkan masuk ke Jepang dengan status tersebut hingga Agustus ini.
Baca juga : Mengenal Mangga Miyazaki, Buah Unik dari Jepang Berharga Fantastis
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, kementerian telah memulai program subsidi untuk membantu perusahaan swasta merekrut pekerja perawatan di luar negeri.
Kementerian mengalokasikan 270 juta yen, atau sekitar 1,7 juta dolar, untuk upaya ini dalam anggaran tambahan tahun berjalan. Anggaran tersebut mencakup menyediakan hingga 500.000 yen, atau sekitar 3.200 dolar, kepada tiap perusahaan untuk membantu membangun hubungan dengan sekolah asing dan menyelenggarakan kampanye rekrutmen, seperti bursa tenaga kerja.
Dikutip dari NHK NEWS
