NIINDO – Panel pakar Kementerian Lingkungan Hidup Jepang sedang menyusun pedoman baru untuk sejumlah prefektur yang akan mencakup langkah-langkah untuk mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh rusa liar di hutan dan daerah pegunungan.
Kementerian memperkirakan terdapat sekitar 2,46 juta rusa di negara ini pada tahun fiskal 2022, delapan kali lebih banyak dari jumlah 30 tahun lalu. Pemerintah bermaksud mengurangi setengah jumlah ini selambatnya tahun fiskal 2028.
Baca juga : Fotografi Inframerah Ciptakan Gambar Mural Kuno di Nara
Dalam pertemuan pada Kamis (27/02/2025), panel itu melaporkan kerusakan serius pada ekosistem, meskipun banyak prefektur yang berupaya memburu rusa.
Para pakar mengatakan pedoman baru tersebut seharusnya menunjukkan bagaimana tanah longsor dapat terjadi setelah rusa memakan tumbuh-tumbuhan dan mengekspos tanah di daerah pegunungan.
Mereka mengatakan pedoman itu harus menyerukan target perburuan berdasarkan jumlah rusa di lokasi yang berbeda, dengan memberikan prioritas kepada daerah yang mengalami kerusakan serius.
Kementerian berencana menyajikan pedoman baru tersebut pada tahun fiskal yang dimulai pada April.
Dikutip dari NHK WORLD
