NIINDO.COM – Jepang memulai uji coba penjualan pil KB untuk melihat apakah obat kontrasepsi darurat tersebut dapat dijual bebas dengan aman tanpa resep dokter.
Pil KB dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan sampai batas tertentu dalam waktu 72 jam setelah hubungan seks tanpa pengaman.
Asosiasi Farmasi Jepang pada Selasa (28/11/2023) mulai menawarkan pil tersebut di 145 apotek di seluruh negeri.
Wanita berusia 16 tahun ke atas yang setuju untuk bekerja sama dalam penelitian ini dapat membelinya. Bagaimanapun, mereka yang berusia 16 dan 17 tahun memerlukan persetujuan orang tua atau wali.
Baca juga : Kasus Sifilis di Jepang Meningkat Sangat Cepat
Apotek dapat merujuk wanita di bawah 16 tahun ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi.
Pil tersebut dijual dengan harga antara 7.000 dan 9.000 yen, atau sekitar 47 hingga 60 dolar.
Apotek yang terpilih dalam penelitian ini harus memenuhi persyaratan tertentu, misalnya memiliki apoteker terlatih yang mampu menyediakan pil tersebut pada malam hari, akhir pekan dan hari libur, serta harus memiliki ruang konsultasi pribadi.
Apotek tersebut juga dapat merujuk wanita yang meminum pil itu ke klinik dokter kandungan terdekat. Informasi tentang apotek yang berpartisipasi tersedia di situs web khusus.
Pembeli akan diminta menjawab kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian.
Dikutip dari NHK WORLD – JAPAN
