NIINDO.COM – Perusahaan-perusahaan Jepang mengupayakan langkah untuk mendaur ulang baterai kendaraan listrik.
Nissan Motor mengumpulkan baterai-baterai dari kendaraan listrik dan hibrida produksinya yang sudah dipensiunkan agar dapat digunakan kembali. Nissan memiliki penjualan tertinggi kendaraan listrik di Jepang.
BACA JUGA : Tes PCR Gratis di Bandara Haneda Jepang, Antisipasi Penyebaran Mutan Baru Virus Corona
Kondisi baterai yang diterima akan diperiksa di sebuah fasilitas khusus. Baterai yang masih dalam kondisi baik akan dijual sebagai baterai pengganti mobil listrik, sementara baterai lainnya akan dijual sebagai baterai penyimpanan listrik atau cadangan listrik darurat di pabrik dan tempat-tempat lainnya.

Sepuluh tahun setelah Nissan meluncurkan kendaraan listrik model pertamanya, semakin banyak kendaraan tersebut yang sudah dipensiunkan.
Sepeti dilansir dari NHK NEWS, Perusahaan itu berencana akan mengumpulkan baterai-baterai lama dari ribuan unit per tahun.
Sumitomo Metal Mining telah mulai menguji coba cara mendaur ulang kobalt dari sel-sel tua untuk digunakan kembali sebagai bahan pembuat baterai.
Produsen baterai Envision AESC juga menggalakkan pengembangan teknologi untuk mendaur ulang.
Di tengah peralihan global ke kendaraan listrik, produksi baterai kendaraan listrik diperkirakan akan meningkat.
Penggunaan kembali sel-sel tua dinilai sebagai kunci untuk mengurangi karbon dioksida sebab emisi karbon dioksida tinggi dalam proses pembuatan baterai.
