NIINDO – Pemerintah Jepang berencana melonggarkan ketentuan penawaran untuk pembelian beras stok nasional sebagai bagian dari upaya untuk menghindari kekurangan bahan makanan pokok tersebut. Demikian informasi yang didapat NHK.
Pejabat Kementerian Pertanian mempertimbangkan untuk merevisi aturan tersebut karena harga beras tetap tinggi, bahkan setelah pemerintah mulai melepaskan stok pada Maret. Harga eceran rata-rata hampir dua kali lipat dari harga tahun lalu.
Saat ini, pemerintah pada prinsipnya membeli kembali beras dalam jumlah yang sama yang dijual kepada pedagang grosir dalam waktu satu tahun. Pedagang grosir hanya dapat mengambil bagian dalam lelang beras stok pemerintah jika mereka menyetujui aturan pembelian kembali.
Baca juga : Indonesia Tawarkan Kredit Karbon Berbasis Hutan Tropis ke Jepang
Kementerian Pertanian berencana untuk memperpanjang batas waktu pembelian kembali hingga beberapa tahun, tetapi tidak termasuk beras yang dipanen musim gugur ini.
Perpanjangan batas waktu itu ditujukan untuk memastikan lebih banyak beras tersedia bagi konsumen dan diharapkan dapat meredakan kekhawatiran tentang kekurangan beras di masa mendatang.
Sementara itu, pemerintah diperkirakan akan melepas sekitar 100.000 ton beras cadangan tiap bulan hingga Juli. Pemerintah mempertimbangkan untuk memberikan prioritas lelang kepada pedagang besar yang berencana mendistribusikan beras ke pengecer.
Dikutip dari NHK NEWS
