Beranda » Inilah Yang Membuat Murid di Jepang Disiplin dan Bertanggung Jawab

Inilah Yang Membuat Murid di Jepang Disiplin dan Bertanggung Jawab

  • oleh

Jepang memiliki sistem pendidikan yang sangat berbeda dibanding dengan Indonesia. sekolah – sekolah di Jepang tidak memiliki pegawai yang bertugas untuk mempersiapkan makanan dan membersihkan sekolah.  Hal ini bertujuan agar para siswa di sekolah yang bertanggung jawab untuk membagikan makan siang dari sekolah dan menjaga kebersihan sekolah.

SD di Jepang kebanyakan tidak memiliki kantin khusus

Sehingga para siswa di Jepang harus makan di kelas masing – masing. Namun ada pun dapur pusat untuk memasak makanan dan adanya sistem untuk membantu menyalurkan hidangan makan siang kepada para siswa. Kegiatan setiap hari siswa di Jepang adalah mereka secara bergantian bertugas mengambil makanan dan menghidangkan makanan tersebut kepada teman sekelasnya.

Prosesnya sangat bersih dan teratur

Untuk siswa yang bertugas mempersiapkan makanan, diharuskan mengenakan baju luar, topi dan masker. Sebelum pergi ke dapur, terlebih dahulu mereka melakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada yang sedang kurang sehat dan  setiap siswa diwajibkan untuk mencuci tangan dan membersihkan tangan menggunakan gel anti bakteri.

Di dapur, makanan diletakkan di kereta makanan untuk masing – masing kelas

Para siswa Jepang akan terlebih dahulu memberikan ucapan terima kasih kepada petugas dapur yang sudah kerja keras membuat makanan untuk mereka, selanjutnya mereka akan menerima kereta per masing – masing kelas dan membawanya ke kelas. Kemudian anak – anak yang bertugas akan membagikan roti dan kotak susu, serta makanan utama untuk makan siang mereka.

Setelah selesai makan, para siswa yang bertugas tersebut mengembalikan peralatan ke dapur untuk dicuci dan membersihkan kelas mereka.

Membersihkan kelas, lorong sekolah, gedung olahraga, pintu masuk dan toilet

Setiap harinya sudah ada siswa yang dijadwalkan untuk membersihkan sekolah. Anak – anak tersebut melakukan kegiatan rutin tersebut setiap harinya dan itu merupakan bagian dari kepercayaan di sekolah Jepang bahwa siswa tidak hanya belajar materi saja namun juga mengetahui bagaimana cara untuk melatih mereka agar mandiri dan menghargai upaya orang lain yang sudah dilakukan kepada mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.