NIINDO – Jumlah orang yang terinfeksi campak di Jepang telah meningkat secara nasional. Sejauh ini, kasus yang dilaporkan pada tahun ini telah melampaui jumlah total kasus sepanjang tahun 2024.
Campak adalah infeksi virus. Penyakit ini sangat menular dan menyebar melalui udara serta dari droplet dan kontak dengan orang yang mengidapnya.
Institut Jepang untuk Ketahanan Kesehatan (JIHS), mengatakan 78 kasus dilaporkan dari Januari hingga 13 April tahun ini. Jumlah tersebut 33 lebih banyak dari total tahun lalu.
Baca juga : Osaka Expo Sudah Didatangi Satu Juta Pengunjung
Berdasarkan catatan perjalanan mereka, separuhnya diyakini terjangkit campak di luar negeri. Tiga puluh orang masuk ke Jepang dari Vietnam, tiga dari Thailand, dan dua dari Filipina.
Rute beberapa penularan tidak diketahui karena virus campak dikatakan sudah tidak lagi berakar di Jepang. Namun, kasus yang tersisa diduga adalah orang-orang yang tertular penyakit tersebut melalui kontak di Jepang dengan orang lain yang terinfeksi di luar negeri.
Sunagawa Tomimasa dari JIHS mengatakan bahwa vaksinasi penting untuk mencegah penyakit campak karena penyakit ini belum dapat disembuhkan. Ia secara khusus menekankan pentingnya anak-anak menerima vaksinasi lengkap.
Baca juga : Suhu Lebih Panas di Seluruh Jepang mulai Mei hingga Juli
Sunagawa juga mengatakan orang yang berencana bepergian ke luar negeri harus memeriksa riwayat infeksi dan vaksinasi mereka, status epidemi di tempat tujuan, dan mencari nasihat medis jika perlu.
Dikutip dari NHK NEWS
