Beranda » Indonesia Meminta Jepang Untuk Meningkatkan Investasi di Sektor Industri Baja

Indonesia Meminta Jepang Untuk Meningkatkan Investasi di Sektor Industri Baja

  • oleh

Doddy Rahadi, selalu Direktur Industri Logam Kementrian Perindustrian (Kemenperin) dalam acara Indonesia-Japan 7th Steel Dialogue yang diselenggarakan di Yogyakarta, (19/5/2017) intinya meminta Jepang untuk lebih meningkatkan investasi di sektor industri baja hulu, seperti pada produk crude steel (baja kasar) baik dalam bentuk lembaran maupun batangan. Menurutnya, pada tahun 2016 Jepang menjadi negara investor terbesar kedua di Indonesia dengan nilai investasi mencapai sekitar USD5,4 miliar. Namun penanaman modal Jepang tersebut lebih banyak di infrastruktur pembangkit listrik dan alat transportasi massal.

Saat ini Kemenperin sedang memacu program industri prioritas nasional, diantaranya pada sektor ship building, permesinan, otomotif dan logam dasar sehingga hal ini dapat membuat kebutuhan besi baja dalam negeri menjadi meningkat seiring dengan pembangunan infrastruktur. Harapannya, investasi baru dari Jepang ini dapat menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur yang siap untuk memasuki pasar domestik, Asean dan dunia.

Pihak Indonesia telah memberikan apresiasi pada PT Krakatau Nippon Steel Sumikin, PT Krakatau Osaka Steel, dan PT JFE Steel Galvanizing Indonesia yang sudah menjadi investor disektor industri baja hulu, terutama untuk pemenuhan pasar domestik. Terkait hal tersebut, pemerintah Indonesia juga memberikan kemudahan bagi para investor yang menanamkan modalnya di Indonesia. Kemudahan tersebut diantaranya adalah keringanan pajak berupa tax holiday dan tax allowance serta bea masuk untuk mesin produksi dan bahan baku. Kemudahan dapat dikatakan sebagai apresiasi kepada para investor dan memudahkan mereka untuk terus meningkatkan investasi mereka di tanah air.

Kemitraan Indonesia dan Jepang yang semakin kuat dalam membangun industri baja tersebut, diharapkan mampu mengambil manfaat pasar regional yang sejalan dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean. Selain itu, Indonesia juga memerlukan sekitar US$235 miliar untuk pembangunan infrastruktur dan perumaahan sehingga hal ini membuat kebutuhan besi dan baja konstruksi meningkat sekitar 8,5 persen per tahunnya. inilah sebabnya Indonesia membutuhkan lebih besar investasi dari Jepang di sektor industri baja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.