ホーム Hukum Hary Tanoe Gugat Status Tersangka, Polri: Penyidikan Sesuai KUHAP

Hary Tanoe Gugat Status Tersangka, Polri: Penyidikan Sesuai KUHAP

795
0

Bareskrim Polri memberikan penegasan mengenai penyidikan kasus dugaan SMS ancaman dengan tersangka Hary Tanoesoedibjo dilakukan sesuai ketentuan. Hary Tanoe dijerat dengan UU ITE.

Hary Tanoe melakukan pengajuan praperadikal ke PN Jaksel dengan permohonan agar hakim membatalkan stasus tersangka. Melalui pengacaranya, Hary Tanoe menyebut bahwa penyidikan kasus dugaan SMS ancaman ke jaksa Yulianto tidak sesuai prosedur.

Pengacara Hary, Munatsir Mustaman optimis mampu memenangkan praperadilan. Hal ini dikarenakan proses penyidikan Polri dinilai tidak sesuai prosedur.

Munatsir menjelaskan bahwa dalam pasal 109 KUHAP disebutkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) harus dikirim kepada terlapor dan pelapor dalam kurun waktu 7 hari dan pada kasus tersebut SPDP baru dikirimkan 47 hari kemudian. Hal tersebut menurut Munatsir telah menyalahi ketentuan KUHAP.

“Kami jelas – jelas (berpendapat) tidak sesuai dengan ketentuan perundang – undangan, maka kami minta ke majelis SPDP nya, laporan polisinya, sampai penetapan oleh polisi dibatalkan”,  ujar Munatsir.

Hary Tanoe menjadi tersangka karena SMS yang dikirim ke jaksa Yulianto disangkakan mengandung unsur ancaman.  Polisi telah menjerat Hary Tanoe dengan Pasal 29 UU Nomor 11/2008 tentang ITE jo pasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan UU ITE Nomor 11/2008. Ancaman pidana penjaranya 4  tahun.

返事を書く

あなたのコメントを入力してください。
ここにあなたの名前を入力してください