Bagi kita yang tinggal di Negeri Mayoritas Islam mencari barang halal bukan hal yang terlalu sulit karena halal sudah menjadi gaya hidup di negeri kita. Lebih mudah lagi ada logo halal yang telah dikeluarkan oleh MUI.
Namun, bagi orang yang tinggal di Negeri yang belum menjadikan halal sebagai gaya hidup, makanan halal menjadi permasalahan tersendiri.
Kendala ini menjadi berkah tersendiri bagi Eko Purnomo. Pria penyuka kucing ini berasal dari Indonesia. Pak Eko (panggilannya) merupakan salah satu perantau asal Indonesia yang cukup sukses di Jepang.

Pak Eko Bersama Kucing Kesayangannya
Awalnya ia memberanikan diri ke Jepang karena Mimpi-nya untuk meraih kehidupan yang lebih baik daripada di desa. Memakan makanan halal adalah bentuk ketaatan seorang muslim kepada Allah. Ini menjadikan semangat tersendiri bagi pak Eko.
Setelah lama ia berada di Jepang dan berhasil mengumpulkan uang 1 juta yen ( senilai dengan 100 juta rupiah), kemudian ia niatkan membuka usaha dengan menjual makanan halal khas Indonesia yang jarang di temukan di Jepang. Seperti kecap, sambal, terasi, kopi, mie instan, dan lain-lain.

Pak Eko, Pemilik Pak Tua Desune
Bagi perantau di Jepang makanan halal khas Indonesia adalah salah satu pengobat rindu akan negeri yang sangat mereka cintai.
Awalnya Pak Eko membeli truk bekas sebagai tokonya yang ia beri nama “Toko Pak Tua Desune” untuk menjual barang dagangannya dengan uang yang telah ia kumpulkan. Ia tak lantas langsung berhasil. Banyak orang yang belum kenal dagangannya, dan juga sedikit yang membeli darinya.
Namun, pantang baginya menyerah! Ia mempunyai ide untuk pemasaran yang lebih luas di seluruh Jepang. Akhirnya ia membuat perbaikan dari segi marketingnya. Salah satunya ia menggratiskan ongkos kirim ke seluruh Jepang untuk pembelian nominal tertentu. sampai akhirnya Toko Pak Tua Desune menjadi cukup terkenal dan hingga kini ia mempunyai omset 600 juta perbulan. Subhanallah..Sangat Fantastis!
Baginya, hal ini tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Menjual makanan halal menjadi berkah tersendiri bagi pak Eko, yang awalnya usaha ini ingin di jadikan perantara silaturahmi antara ia dengan WNI lainnya.

Halaman Rumah Pak Eko
