NIINDO-Jepang barat diguncang gempa kuat pada Selasa (6 Januari 2025) pagi, namun pihak berwenang menegaskan tidak ada ancaman tsunami. Warga diimbau tetap berhati-hati karena kemungkinan terjadinya gempa susulan masih tinggi.
Badan Meteorologi Jepang melaporkan gempa pertama berkekuatan magnitudo 6,2 terjadi di prefektur Tottori dan Shimane pada pukul 10.18 waktu setempat. Pusat gempa berada di bagian timur Shimane dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Seorang pejabat meteorologi menjelaskan bahwa masyarakat harus siap menghadapi kemungkinan gempa dengan intensitas maksimal lima kuat selama sekitar satu minggu ke depan, terutama dalam dua hingga tiga hari mendatang. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa gempa beruntun bisa terjadi di wilayah ini, sehingga kewaspadaan sangat penting.
Mau belajar bahasa Jepang secara mandiri?pakai Mahagakkou aja!
Selain itu, pihak berwenang mengingatkan risiko tanah longsor dan jatuhnya batu akibat hujan, terutama di daerah terdampak gempa.
Di Kota Sakaiminato, Tottori, dan Kota Matsue, Shimane, tercatat intensitas gempa mencapai lima kuat pada skala Jepang yang berkisar dari nol hingga tujuh di daerah terdampak terparah.
Tak lama setelah gempa pertama, sekitar sepuluh menit kemudian, terjadi gempa kedua di area yang sama dengan magnitudo 5,1. Di Kota Yasugi, Shimane, gempa ini tercatat memiliki intensitas lima lemah.
Hingga pukul 10.30, pejabat prefektur Tottori belum menerima laporan kerusakan. Namun di Matsue, petugas pemadam kebakaran melaporkan adanya korban luka-luka dan beberapa benda yang berjatuhan akibat getaran.
Badan Meteorologi menyebut gempa ini sebagai “pergerakan tanah periode panjang”, yang dapat membuat gedung tinggi bergoyang, khususnya unit yang berada di lantai atas.
Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang untuk mengantisipasi gempa susulan dan potensi bahaya lainnya.
