NIINDO – Pameran Dunia 2025 di Osaka telah memasuki titik paruh sejak dibuka pada April lalu. Sabtu (12/07/2025) menandai tiga bulan penyelenggaraan ajang berskala internasional ini, yang diikuti oleh 158 negara dan wilayah. Meski jumlah pengunjung menunjukkan tren meningkat, cuaca panas ekstrem kini menjadi perhatian utama penyelenggara.
Menurut Asosiasi Jepang untuk Pameran Dunia 2025, jumlah pengunjung telah melampaui 10 juta hingga Sabtu, mendekati target minimum 22 juta pengunjung yang diperlukan untuk menutupi biaya operasional dan mencetak keuntungan. Capaian ini meredakan kekhawatiran banyak pihak yang sebelumnya pesimistis terhadap kinerja finansial expo.
Namun, cuaca musim panas yang menyengat mulai berdampak pada tingkat kunjungan harian. Seiring berakhirnya musim hujan lebih awal dari biasanya, suhu tinggi menyebabkan penurunan jumlah pengunjung pada hari-hari tertentu. Banyak pengunjung enggan datang karena terbatasnya paviliun beratap dan lamanya antrean masuk yang bisa memakan waktu berjam-jam di bawah terik matahari.
Baca juga : Tali Suci di Air Terjun Nachi di Wakayama Diganti Menjelang Festival
Data mencatat sebanyak 28 orang telah dilarikan ke rumah sakit dari lokasi pameran sejak 1 Juni hingga 11 Juli akibat dugaan sengatan panas. Untuk menanggulangi hal ini, panitia telah memperluas titik-titik penyediaan air minum gratis, menambahkan area berpayung, dan memasang pendingin udara portabel di berbagai lokasi strategis.
Meskipun cuaca sangat panas pada Sabtu, ribuan pengunjung tetap memadati area expo untuk menyaksikan pertunjukan udara spektakuler Blue Impulse — tim akrobatik dari Pasukan Bela Diri Udara Jepang (SDF). Pertunjukan tersebut seharusnya digelar pada hari pembukaan pameran, namun ditunda karena cuaca buruk. Formasi enam pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Kansai dan menampilkan manuver akrobatik memukau di atas lokasi pameran. Aksi ini disambut antusias dan dijadwalkan kembali tampil pada Minggu (13/07/2025).
Dengan paruh waktu pameran yang telah dilewati, fokus penyelenggara kini tertuju pada pengamanan kesehatan dan kenyamanan pengunjung di tengah musim panas yang semakin memanas, serta mempertahankan momentum antusiasme hingga penutupan resmi pada bulan Oktober mendatang.
Dikutip dari NHK NEWS
