NIINDO – Enam orang tewas dan dua orang hilang setelah hujan deras melanda Prefektur Ishikawa, Jepang tengah, yang menyebabkan sungai meluap dan tanah longsor di wilayah Noto.
Kepolisian dan pemadam kebakaran setempat mengatakan 10 orang berhasil diselamatkan di dekat terowongan di Kota Wajima. Dua orang setelahnya dipastikan meninggal. Pekerjaan rekonstruksi sedang berlangsung di dekat terowongan itu setelah terjadinya kerusakan akibat gempa pada awal Januari. Tanah longsor melanda lokasi tersebut pada Sabtu (21/09/2024).
Dua wanita ditemukan tewas di area terjadinya tanah longsor di Wajima. Seorang pria yang ditarik dari sungai juga telah dipastikan tewas.
Baca juga : Badan Cuaca Imbau Waspada Banjir dan Longsor
Para pejabat mengatakan satu orang dipastikan meninggal dunia di Kota Suzu setelah sebuah rumah tertimbun tanah longsor.
Dua orang lain hilang setelah tersapu sungai di Kota Noto dan Kota Suzu.
Sementara itu, pejabat kepolisian dan pemadam kebakaran mengatakan empat warga di Wajima tidak diketahui keberadaannya setelah rumah mereka yang terletak di tepi sungai hanyut.
Keempat orang tersebut kemungkinan termasuk dalam delapan orang yang keberadaannya masih belum diketahui. Prefektur Ishikawa telah mengumumkan nama-nama mereka di Kota Wajima dan Kota Suzu.
Banyak sungai yang meluap, menyebabkan banjir di lantai dasar beberapa rumah.
Seorang laki-laki setempat berharap anaknya segera ditemukan. Saat kejadian, putrinya sedang sendirian berada di rumah. Ia menuturkan, “Satu-satunya harapan saya adalah agar dia ditemukan, meskipun dia sudah meninggal. Saya ingin memeluknya.”
Baca juga : Onosato Raih Gelar Sumo Kedua dan Makin Berpeluang Menjadi Ozeki
Wajima mengalami kerusakan parah akibat gempa pada tanggal 1 Januari. Beberapa rumah sementara bagi para korban gempa kini terendam banjir. Seorang penduduk setempat menyampaikan, “Rumah sementara yang akan saya tinggali hampir terendam banjir di lantai dasar. Ada beberapa rumah yang telah terendam banjir. Saya bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya.”
Badan Meteorologi Jepang mengatakan hujan hampir 500 milimeter tercatat di Wajima dari Jumat (20/09/2024) malam hingga Minggu (22/09/2024) pukul 10 malam. Hujan sejumlah hampir 400 milimeter juga tercatat di Kota Suzu. Kedua angka tersebut lebih dari dua kali lipat curah hujan rata-rata untuk bulan September dan juga merupakan yang tertinggi sejak badan tersebut memulai pencatatan.
Badan cuaca tersebut menurunkan level peringatan darurat hujan lebat untuk beberapa wilayah Ishikawa menjadi level siaga pada Minggu pagi. Namun, badan itu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir dan tanah longsor di prefektur tersebut.
Dikutip dari : NHK NEWS
