NIINDO – Hari Jumat (01/03/2024) menandai dua bulan sejak gempa mematikan melanda Semenanjung Noto dan sekitarnya di Jepang tengah. Lebih dari 11.000 orang masih tinggal di tempat pengungsian sementara karena rumah mereka rusak parah dan kurangnya infrastruktur.
Gempa berkekuatan 7,6 itu terjadi pada Hari Tahun Baru. Kota Wajima dan Shika di Prefektur Ishikawa mencatat gempa dengan intensitas maksimum 7 dalam skala Jepang. Gempa tersebut juga memicu tsunami, menghancurkan bangunan, dan menyebabkan kebakaran.
Pejabat Ishikawa mengatakan 241 orang dipastikan tewas di prefektur itu akibat bencana tersebut, sementara tujuh lainnya masih hilang.
Baca juga : Pengunjung ke Jepang pada Januari Dekati Tingkat sebelum Pandemi
Jumlah orang yang berlindung di pusat evakuasi mencapai 11.449 orang hingga Kamis. Dari jumlah tersebut, 4.733 orang mengungsi di hotel dan fasilitas akomodasi lainnya yang jauh dari kampung halaman mereka.
Banyak warga yang mengungsi tidak bisa kembali ke rumah karena air keran masih terputus atau rumahnya belum diperbaiki, sedangkan yang lainnya menunggu untuk mendapatkan akomodasi sementara.
Pejabat Ishikawa mengatakan mereka akan mempercepat pekerjaan pemulihan air, jalan, dan infrastruktur rusak lainnya. Mereka juga mengatakan akan mempercepat pembangunan perumahan sementara.
Dikutip dari NHK NEWS
