Hiroshima, 19 Februari 2018 – Kabar gembira datang dari Hiroshima University. Salah satu Universitas terbaik di Jepang ini akan memberikan gelar Doctor Honoris Causa kepada Wakil Presiden Republik Indonesia 2014 – 2019, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla. Penganugrahan gelar Doctor Honoris Causa oleh Hiroshima University untuk bidang Peace and Development ini akan diselenggarakan pada tanggal 21 Februari 2018 bertempat di gedung rektorat kampus yang sama.
“Gelar ini merupakan gelar yang ke – 11 untuk beliau. Hal ini menegaskan bahwa partisipasi beliau dalam bidang perdamaian telah mendapat pengakuan Internasional” kata Dr. Muhammad Yamri Sp.JP selaku ketua tim Dokter disela-sela acara persiapan.
Untuk kelancaran acara, tim menyiapkan semua agenda dengan baik. Baik dari segi acara sampai segi keamanan. Menurut Ibu Alinda, Atase Pendidikan KBRI Tokyo, persiapan dari segi acara di Hiroshima University sudah sangat matang, pihak kampus mempersiapkan acara ini dengan baik, gambaran rangkaian acara juga sangat jelas. Tim PASPAMPRES juga berkerja dengan sangat baik dan teliti. Sehingga rangkaian persiapan kedatangan berjalan dengan lancar.
Ibu Alinda yang dikenal sangat ramah ini juga menambahkan, bahwa kedatangan Bapak Wakil Presiden ini sangat istimewa sehingga harus dipersiapkan dengan sangat baik. Hal yang sama juga disampaikan oleh Bapak Bob Felix Tobing selaku Minister Counsellor Indonesian Embassy Tokyo-Jepang. Setelah kegiatan ini, juga akan dilaksanakan rapat koordinasi di Osaka terkait hal-hal yang perlu dipersiapkan berikutnya.
Beberapa pihak yang hadir untuk kesuksesan kegiatan penganugrahan Doctor Honoris Causa kepada sosok yang akrab disapa Pak JK ini diantaranya, Tim PASPAMPRES yang dikomandani oleh Lektol Ronaldi, Tim Dokter yang diketuai oleh Dr. Muhammad Yamri, Sp.JP, Tim Protokoler, Tim KBRI Osaka dan Tik KBRI Tokyo.
Letkol Ronaldi menegaskan pentingnya keamanan kegiatan ini mulai dari Bapak Wakil Presiden turun dari Pesawat di Osaka, kemudian via Shinkanshen menuju Stasiun Hiroshima, dilanjutkan pengawalan menuju tempat acara di Hiroshima University, sampai rentetan kepulangan beliau. Oleh karena itu, persiapan di semua lini harus matang dan tidak kurang suatu apapun.
Selain melibatkan pejabat penting dari Tokyo dan Osaka, acara gladi bersih ini juga melibatkan Persatuan Pelajar Indonesia Hiroshima (PPIH). PPIH berperan sebagai tuan rumah dan sebagian besar adalah Mahasiswa Hiroshima University.
Selaku Ketua PPIH, Murman Dwi sangat senang dan merasa sangat bangga mendapat kesempatan yang sangat berharga ini. Sosok yang murah senyum ini mengatakan bahwa kegiatan ini dapat berimbas pada support program kerja PPIH seperti ICOPEACE dan International Cultural Exhebition 2018, yang bertujuan untuk memperkenalkan hidden Treasure Indonesia kepada dunia Internasional.
Pria yang akrab disapa mas Murman ini menambahkan telah mempersiapkan 40 mahasiswa Indonesia dan 40 mahasiswa Internasional yang akan menghadiri agenda yang dilaksanakan lusa ini.
Menurut Moch. Irwan yang merupakan salah satu mahasiswa Indonesia yang akan hadir di acara ini menyampaikan bahwa merupakan kebanggan tersendiri bagi masyarakat Indonesia di Hiroshima. Kedatangan Bapak JK akan memberikan motivasi tersendiri untuk mahasiswa yang sedang melakukan studi. Terlebih beliau mendapatkan gelar yang istimewa menambah kebanggaan sebagai warga Indonesia.
Kesan yang mendalam juga dirasakan oleh Ediyanto yang merupakan koordinator lapangan kegiatan ini. Mahasiswa program doktor di bidang pendidikan inklusi ini berharap ada pesan dan kesan yang positif baik sebelum hingga sesudah kegiatan. Setidaknya terdapat tindak lanjut seperti program-program kerjasama di bidang pendidikan dengan Hiroshima University yang nantinya dapat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Tim mempersiapkan dengan sangat baik demi kesuksesan acara ini. Selain mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa, rencananya RI2 akan mengisi kuliah umum yang akan dihadiri 100 mahasiswa baik dari Indonesia, Jepang maupun dari negara lain. Semoga kegiatan ini lancar dan memberikan dampak yang positif untuk perkembangan di bidang Peace and Development dan bidang pendidikan Indonesia. (Ediyanto, Mahasiswa Program Doktor Hiroshima University)
