Beranda » Deaflympics Resmi Dibuka di Tokyo, Jepang Tampilkan Komitmen untuk Inklusi Disabilitas

Deaflympics Resmi Dibuka di Tokyo, Jepang Tampilkan Komitmen untuk Inklusi Disabilitas

  • oleh indah

Upacara pembukaan Deaflympics digelar di Tokyo pada Sabtu (15/11/2025), menandai dimulainya ajang olahraga internasional bagi atlet dengan gangguan pendengaran dari seluruh dunia. Penyelenggaraan ini memiliki makna historis karena untuk pertama kalinya Jepang menjadi tuan rumah Deaflympics, baik edisi musim panas maupun musim dingin, sejak kompetisi tersebut pertama kali diadakan di Paris pada tahun 1924.

Acara pembukaan berlangsung di Gimnasium Metropolitan Tokyo, di mana para atlet memasuki arena dengan disambut tarian tradisional Jepang, Awa Odori. Sebanyak 3.081 atlet tercatat berpartisipasi dalam kejuaraan tahun ini, menunjukkan meningkatnya minat dan semangat kompetisi di antara komunitas atlet tunarungu global. Delegasi Jepang menjadi kontingen terakhir yang memasuki arena, dipimpin oleh pembawa bendera Ogura Ryo, atlet karate yang menargetkan medali emas keduanya secara beruntun. Sebanyak 268 atlet Jepang, jumlah terbesar dalam sejarah keikutsertaan negara tersebut, siap bertanding di berbagai cabang olahraga.

Upacara pembukaan dihadiri oleh anggota keluarga kekaisaran, yaitu Putra Mahkota Akishino, serta Perdana Menteri Takaichi Sanae, yang memberikan pidato penghormatan. Dalam sambutannya, Takaichi memuji keteguhan dan kerja keras para atlet dalam mencapai panggung internasional ini. Ia menegaskan bahwa Deaflympics bukan hanya tentang kompetisi olahraga, tetapi juga simbol perjuangan, semangat, dan kemampuan luar biasa para atlet dalam mengatasi berbagai hambatan.

Baca juga: Kasus Influenza di Jepang Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat dalam Sepekan

Perdana Menteri juga menekankan pentingnya acara ini bagi masyarakat Jepang. Ia berharap penyelenggaraan Deaflympics dapat memperluas pemahaman publik mengenai bahasa isyarat dan berbagai bentuk komunikasi lainnya, serta meningkatkan kesadaran mengenai kehidupan penyandang disabilitas pendengaran. Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen mewujudkan masyarakat yang inklusif, di mana setiap individu dapat mengekspresikan kemampuan dan mewujudkan impian mereka, tanpa memandang kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki.

Penyelenggaraan Deaflympics di Tokyo diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai inklusivitas, kesetaraan, dan penghargaan terhadap keberagaman manusia. Dengan ribuan atlet berkumpul di Jepang, ajang ini bukan hanya memamerkan prestasi olahraga, tetapi juga mempererat hubungan internasional dan memperkuat komitmen global untuk merangkul seluruh anggota masyarakat, termasuk mereka yang hidup dengan disabilitas pendengaran.

Dikutip dari: NHK NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.