Beranda » Cara Membuat Karakami Mirip Batik Cap Dari Pekalongan

Cara Membuat Karakami Mirip Batik Cap Dari Pekalongan

  • oleh

Siapa yang belum mengenal “Batik Cap Asal Pekalongan”? Batik ini di buat dengan cara menempelkan malam dengan sebuah alat (Canting Cap) kemudian menempelkannya ke sebuah kain yang nantinya diberi warna. Ternyata proses pembuatannya mirip dengan cara membuat karakami.

Apa itu Karakami?

Karakami adalah kertas yang digunakan sebagai wallpaper dan penutup pintu geser (fusuma). Dulunya, Karakami sudah populer digunakan pada zaman kuno untuk menulis. Saat ini, studio Karacho di Kyoto mungkin satu-satunya studio yang masih bertahan yang memproduksi kertas karakami di Jepang. Teknik yang digunakan dalam pembuatan karakami mungkin tampak sangat mirip dengan metode nishiki-e (brokat gambar) atau metode pencetakan tekstil. Metode ini juga bisa di aplikasikan dalam membuat batik.

Keistimewaan Karakami

Karakami berbeda dengan kertas biasa. Dalam pembuatannya karakami menggunakan desain dan mika sederhana yang diberi efek kilau pada kertas ketika terpancar cahaya.

Pengrajin menggunakan ukiran pada cetakan dan kayu yang disebut Magnolia obovata. Desainnya mirip seperti cetakan tekstil. Hanya saja cetakan karakami lebih dalam dan tebal.

Cara Membuat Karakami

Setelah ukuran kertas ditentukan, kertas disikat dengan pewarna untuk memberi warna latar belakang. Warna yang akan digunakan untuk cetakan dibuat dengan mencampur mika dengan pasta beras dan pigmen dengan pasta rumput laut (funori).

Untuk melukis blok kayu, pengrajin menggunakan furui-kasa sutra yang diregangkan di atas sebatang kayu. Furui yang sarat dengan pewarna kemudian disadap ke dalam blok kayu sebelum kertas diletakkan di atas blok. Sisi sebaliknya kertas digosok menggunakan telapak tangan.

Menggosok memberikan penampilan yang lembut ke karakami. Jika dibandingkan dengan kertas dekoratif lainnya yang menggunakan kuas di woodblocks, sisi cetak yang dihasilkan di karakami kurang tajam. Dengan demikian, tampilan kertas terlihat dicetak bukan dicap.

Karakami terbagi menjadi empat motif: motif keluarga kekaisaran, motif upacara minum teh, motif samurai, dan motif pura. Saat ini, seni karakami masih banyak peminatnya di Kyoto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.