Beranda » Bus Di Jepang : Dari Komuter Hingga Bus Mewah

Bus Di Jepang : Dari Komuter Hingga Bus Mewah

  • oleh

Bus adalah alat transportasi yang paling banyak digunakan di Jepang. Meski dalam pelaksanaannya bus tidak se-tepat waktu seperti kereta, namun masih bisa diandalkan, efisien, aman dan bersih. Dan bus merupakan alat transportasi utama dalam kehidupan sehari-hari di Jepang.

Ada dua kategori bus utama di Jepang, yaitu bus rute tetap dan bus wisata.
Bus Wisata

Tur bus

Bus Wisata dipesan oleh individu atau kelompok untuk mengikuti jadwal perjalanan tertentu. Sebagian besar digunakan oleh sekolah untuk kunjungan wisata atau kunjungan lapangan, oleh agen perjalanan sebagai bagian dari paket perjalanan oleh pelancong baik asing maupun domestik yang berencana mengunjungi tempat tujuan tertentu di negara ini.

Bus wisata khas memiliki barisan dengan dua kursi di kedua sisi dengan lorong tengah. Perjalanan bisa memakan waktu berjam-jam sehingga bus ini memiliki fitur nyaman seperti kursi santai untuk memberi kenyamanan bagi penumpangnya. Ada juga bus wisata mewah yang menawarkan fitur lengkap seperti jok kulit dan juga mencakup layar TV individu untuk para penumpang. Bus wisata mewah sangat cocok untuk para pelancong dengan anggaran untuk melakukannya.

Beberapa Bus Wisata sekarang juga menawarkan layanan bus malam dengan membawa penumpang dari satu tempat ke negara lain. Penumpang yang menggunakan bus ini akan berangkat pada malam hari dan tiba di tempat tujuan mereka keesokan harinya. Bus malam relatif lebih terjangkau daripada naik kereta atau pesawat terbang, menjadikannya pilihan populer bagi wisatawan.

Rute Rute Tetap

Bus Rute Tetap adalah bagian dari kehidupan sehari-hari di Jepang untuk pulang dan pergi ke tempat kerja, sekolah atau tujuan manapun. Bus mengikuti rute dan jadwal yang ditentukan dan penumpang naik bus ini di halte bus tertentu dengan hanya membayar ongkos bus. Penumpang dapat membayar dengan dua pilihan: baik dengan menggunakan Kartu IC mereka seperti Pasmo dan Suica (yang juga dapat digunakan di berbagai sistem bus dan kereta api di seluruh negeri) atau dengan uang tunai (genkin).

Bus rute yang biasanya tetap di Jepang memiliki dua pintu terpisah untuk masuk dan keluar untuk memastikan kelancaran arus penumpang. Bus saat ini juga dilengkapi dengan sejumlah kamera on board. Penumpang juga bisa mengisi Kartu IC mereka dengan meminta kepada sopir.

Fitur Kursi Prioritas

Ada beberapa fitur yang dimiliki bus ini juga. Ada kursi prioritas yang dialokasikan untuk orang tua (Yuusenseki), ruang yang ditunjuk untuk mengamankan kursi roda dan gerobak bayi, setang pegangan untuk pegangan pada saat jam sibuk, serta sejumlah buzzers untuk memberi isyarat kepada pengemudi saat pemberhentian Anda sudah dekat. Pemberhentian diumumkan dan ditampilkan dalam bahasa Jepang dan kadang-kadang dalam bahasa Inggris juga sangat membantu wisatawan.

Efisiensi

Bus di Jepang cukup efisien. Penumpang dapat mengetahui jam berapa bus akan tiba dengan memeriksa jadwal di pemberhentian bus yang ditunjuk atau dengan cara yang  konvensional, atau dengan memeriksa informasi tentang telepon genggam.

Beberapa halte bus juga memiliki display yang memberikan informasi real time jika bus akan tiba tepat waktu dengan menggunakan GPS. Ada juga jalur bus khusus yang berwarna merah dan ditemukan di jalan rawan kemacetan yang membantu mencegah agar bus tidak tertunda terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Hybrid dan ramah lingkungan

Saat ini, bus Jepang juga menjadi hibrida dan ramah lingkungan. Orang tua bisa naik bus dengan mudah karena bus sekarang bisa miring ke satu sisi. Bus hibrida telah digunakan oleh perusahaan untuk menurunkan emisi CO2 untuk mengatasi masalah lingkungan.

On Demand Bus

Bus On Demand adalah layanan bus yang dirancang untuk orang tua. Tidak ada rute untuk sistem On Demand Bus karena penumpang tua dijemput kapan dan dimanapun mereka meminta dan dibawa ke tempat tujuan pilihan mereka. Bus On Demand diminta baik melalui telepon, fax, internet atau bahkan menggunakan aplikasi smartphone. Bis ini Gratis bagi manula karena merupak program Jaminan dari pemerintah.

Bis ini dirancang oleh tim peneliti di Universitas Tokyo. Penelitian ini bertujuan untuk membantu  pemerintah kota meluncurkan sistem On Demand Bus tanpa harus menginvestasikan sejumlah besar bus konvensional. Hal ini dilakukan dengan menciptakan sebuah sistem yang menentukan waktu dan rute terpendek untuk beberapa penumpang tua.

Sistem semacam ini mendukung orang tua Jepang dengan membantu mereka mempertahankan kemandirian mereka dengan agenda pribadi mereka seperti pergi berbelanja atau pergi ke dokter. Beberapa orang tua di Jepang masih bisa melakukan sesuatu secara mandiri karena mereka tidak mau mengganggu keluarga mereka.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.