NIINDO.COM – Dari kemudahan mengakses informasi melalui jejaring internet dan media sosial ini dapat membuka keran masuknya budaya asing ke Indonesia. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat telah mengingatkan bahwa infiltrasi nilai nilai budaya asing yang tidak terbendung dapat menggerogoti perkembangan budaya nusantara.
Nah salah satu bukti bahwa pengaruh buruk infiltrasi budaya asing, ulas perempuan yang disapa Rerie, yaitu terkikisnya nilai nilai yang diwariskan nenek moyang bangsa Indonesia yang telah menjadi ciri dan kepribadian bangsa Indonesia . Termasuk diantaranya sikap gotong royong dan kekurangan.
Dari hal itu dikemukakan Lestari saat menjadi pembicara kunci pada acara Focus Group Discussion Pemahaman Nilai Penting Warisan Budaya Dalam Penguatan Kebangsaan di Jakarta, Rabu (25/11).

sumber © jpnn.com.Budaya Lokal Makin Tergerus, RI Diminta Contoh Jepang
Baca juga : Lebih Besar Dari Telur Ayam , Anggur Ini Diprediksi Termahal Di Dunia
“Kegiatan gotong royong yang dulu selalu dilakukan masyarakat, saat ini semakin sulit ditemukan. Sebagai ganti adalah munculnya sikap individualisme dan hidup sendiri-sendiri,” ungkap wanita yang akrab disapa Rerie dalam keterangannya, Kamis (26/11/2020).
Rerie menjabarkan pengaruh buruk infiltrasi nilai-nilai asing dapat diantisipasi dengan penguatan budaya lokal. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah, mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda melalui jalur pendidikan, baik formal maupun non formal.
“Kalau kita kuat, seberapapun pengaruh asing yang masuk, tidak akan berpengaruh terhadap budaya lokal. Seperti Bangsa Jepang mampu mempertahankan budayanya sendiri, meski modernisme di negara itu bertiup sangat kencang,” imbuh Rerie.
Rerie berharap rakyat Indonesia bisa mencontoh konsistensi Jepang melestarikan kearifan lokalnya. Terlebih, Indonesia memiliki kearifan lokal sangat beragam yang dapat memberi keuntungan bagi bangsa Indonesia jika dikelola dengan baik.
Sebagai informasi, ada lima pembicara dalam FGD ‘Pemahaman Nilai Penting Warisan Budaya Dalam Penguatan Kebangsaan’. Ada Arkeolog dan Pakar Cagar Budaya Prof. Mundardjito, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, Arkeolog Dr. Supratikno Raharjo, Antropolog Soraya Arif, serta Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Drs. Fitra Arda M. Hum.
Baca juga : Robot Gundam Setinggi 18 Meter Diresmikan di Yokohama
Tonton juga :
