Sebagai Negara maju, masyarakat di Jepang tidak meninggalkan untuk melakukan transaksi secara cash sebagai transaksi setiap hari. Mereka mengandalkan transaksi cash tersebut karena mereka merasa tidak aman jika harus menggunakan kartu kredit. Orang – orang Jepang biasanya akan membawa uang tunai sampai 200.000 yen ketika bepergian.
Menurut konsultan keuangan Farah Dini Novita BA (Hons), RFA, CFP, membawa uang cash terlalu banyak memiliki risiko besar untuk dirampok. Menggunakan kartu debit daripada uang tunai berlebih. Sedangkan untuk kartu kredit, nggak ada salahnya punya satu selama bayar tagihan tepat waktu. Kartu kredit akan membuat seseorang memiliki track record utang di BI. Asalkan track recordnya baik, kamu akan lebih mudah untuk memperoleh pinjaman dari bank jika sewaktu – waktu membutuhkannya.
Orang – orang di Jepang juga memiliki kebiasaan yang cukup unik dibandingkan dengan negara lainnya. Kebiasaan orang Jepang yang lebih menyukai uang cash, justru membuat orang Jepang lebih senang menyimpan uang mereka di rumah dibandingkan di bank. Selain karena mereka menganggap menyimpan uang di rumah cukup aman, mereka juga menjadi enggan untuk menabung di bank karena minimnya bunga bank.
Kebiasaan orang di Jepang ini tentu akan berbeda jika di praktekan masyarakat Indonesia. Selain dikenal sebagai negara maju, Jepang juga terkenal sebagai negara yang minim kejahatan. Inilah yang menjadi alasan orang – orang Jepang tidak khawatir jika mereka harus melakukan transaksi dan membawa uang cash yang cukup banyak. Berbeda halnya di Indonesia, kebiasaan tersebut tentu akan mengundang oknum kejahatan merampok uang yang dibawa.
