NIINDO – Pemerintah Jepang tengah menyiapkan kebijakan baru untuk menanggung biaya persalinan dasar melalui sistem asuransi kesehatan nasional. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mengatasi krisis penurunan angka kelahiran dan mendorong masyarakat agar tidak menunda memiliki anak.
Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menargetkan kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada tahun fiskal 2027 atau sesegera mungkin setelah seluruh regulasi siap diterapkan.
Saat ini, biaya melahirkan di Jepang belum sepenuhnya ditanggung asuransi. Pemerintah memang memberikan bantuan tunai sebesar 500.000 yen, namun jumlah tersebut sering kali tidak mencukupi karena rata-rata biaya persalinan mencapai sekitar 520.000 yen. Akibatnya, banyak keluarga masih harus menambah biaya dari kantong pribadi.
Belajar bahasa jepang online? Mahagakkou aja!
Selain penjaminan penuh biaya persalinan normal, pemerintah juga mengkaji kemungkinan pemberian bantuan tambahan bagi ibu hamil. Hal ini dipertimbangkan karena dalam kondisi tertentu—seperti operasi sesar atau kebutuhan perawatan medis lanjutan—pasien masih berpotensi menanggung biaya ekstra.
Dalam kebijakan baru ini, biaya persalinan normal juga akan diseragamkan secara nasional guna mengurangi perbedaan tarif antarwilayah. Dengan demikian, perempuan di seluruh Jepang diharapkan dapat mengakses layanan persalinan tanpa terbebani biaya, di mana pun mereka tinggal.
Meski begitu, rumah sakit dan klinik tetap diperbolehkan mengenakan tarif lebih tinggi dalam situasi tertentu, misalnya jika menyediakan fasilitas dan tenaga medis tambahan atau menangani kehamilan dengan risiko tinggi. Kebijakan ini diharapkan dapat menyeimbangkan kualitas layanan kesehatan dengan upaya meringankan beban finansial keluarga.
Dikutip dari NHKNews
