Kabupaten Tegal mempunyai sumber daya yang potensial untuk mengembangkan industri komponen alat berat yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan untuk industri-industri besar seperti Komatsu, Sumitomo, Caterpillar dan United Tractor. Produk-produk komponen alat berat yang dihasilkan antara lain plate, cover, dan bracket.
Produk komponen alat berat yang yang dibuat Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Tegal tersebut menarik minat perusahaan Jepang, PT Sumitomo Constructrion Machinery Indonesia. Dalam siaran Radar Tegal (21/3), jika tidak ada halangan, dalam waktu dekat, komponen alat berat yang dihasilkan akan dipasok ke perusahaan tersebut.
Industri komponen alat berat secara umum merupakan industri yang berbahan baku utama baja dan besi dimana produk yang dihasilkan merupakan komponen dari alat-alat berat seperti back hoe, mobil silinder, buldozer dan kendaraan berat lainnya.
Hal ini menyusul adanya penjajakan kerjasama yang tengah dilakukan antara PT Sumitomo Constructrion Machinery Indonesia dengan delapan IKM yang memproduksi komponen alat berat di Kabupaten Tegal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kabupaten Tegal Bambang Sutanto mengungkapakan, PT Sumitomo yang merupakan perusahaan komponen alat berat dari Jepang dan memiliki cabang di Jakarta sudah melakukan survey di delapan IKM.
“PT Sumitomo sudah melakukan dua kali survey lapangan ke delapan IKM di Kabupaten Tegal untuk kerjasama pasokan komponen alat berat dari delapan IKM tersebut,” ungkap Bambang, Selasa (20/3).
Delapan IKM tersebut yakni PT Gaya Teknik Logam, PT FNF Metalindo, CV Mitra Global, PT Karya Paduyasa, PT Gemilang Lestari Teknindo, PT Prima Karya, PT Java Pratama, dan PT Intan Pratama.
Menurut Bambang, dalam survey yang dilakukan secara bertahap pada 31 Januari-1 Februari 2018 dan 15-16 Maret 2018 tersebut, PT Sumitomo antara lain mengecek dokumen legalitas perusahaan, kualitas produk, dan peralatan produksi.
“Hasil survey dan keputusan perusahaan untuk menjalin kerjasama baru akan diumumkan pada April 2018. Jika sudah pasti, delapan IKM yang disurvey akan akan diundang ke Jakarta untuk tindaklanjutnya,” ujarnya.
Bambang optimistis kerjasama tersebut bisa terwujud karena delapan IKM yang disurvey sudah lama memproduksi komponen alat berat sehingga tidak perlu lagi belajar. Mereka juga telah menjalin kerjasama dengan salah satu produsen alat berat, yakni PT Komatsu. Hal ini, dinilai Bambang bisa menjadi nilai plus bagi PT Sumitomo.
“Untuk item komponen yang diminta PT Sumitomo belum disebutkan apa saja dan berapa jumlahnya. Semoga hasilnya memuaskan, dan IKM Tegal bisa menjadi pemasok PT Sumitomo,” pungkasnya.
