NIINDO – Penyelenggara World Expo 2025 Osaka, Kansai tengah bersiap menghadapi lonjakan besar pengunjung pada pekan terakhir sebelum pameran dunia itu resmi ditutup. Selain memastikan kelancaran dan keamanan acara hingga hari terakhir, pihak penyelenggara juga menyoroti pentingnya melestarikan warisan Expo bagi generasi mendatang.
Pameran berskala internasional yang telah berlangsung sejak April 2025 ini diikuti oleh 158 negara dan kawasan. Hingga Sabtu (4/10/2025), jumlah pengunjung yang membeli tiket tercatat telah melampaui 23,5 juta orang, melebihi rekor yang sebelumnya dipegang oleh Expo 2005 di Aichi, Jepang tengah.
Menjelang penutupan pada 13 Oktober, berbagai acara istimewa dijadwalkan untuk meramaikan pekan terakhir. Di antaranya adalah acara kehumasan World Expo 2030 yang akan diadakan pada Jumat (10/10/2025) untuk memperkenalkan gelaran berikutnya yang akan berlangsung di Arab Saudi. Selain itu, kelompok yang terdiri dari pakar, arsitek, dan produsen paviliun juga akan mengadakan gelar wicara yang membahas bagaimana mewujudkan tema besar Osaka Expo, yakni “Merancang Masyarakat Masa Depan untuk Kehidupan Kita.”
Baca juga : Hamparan Bunga Kosmos Jingga Hiasi Kaki Gunung Fuji
Setelah pameran berakhir, sebagian warisan fisik Expo juga akan dipertahankan. Struktur ikonik Grand Ring, yang dikenal sebagai arsitektur kayu terbesar di dunia, akan dilestarikan sebagai objek wisata publik. Tidak hanya itu, sebagian bahan kayunya akan digunakan kembali untuk membangun rumah bagi warga yang terdampak gempa Semenanjung Noto 2024, menjadikan Expo ini tak hanya simbol inovasi, tetapi juga solidaritas dan keberlanjutan.
Meski berbagai rencana pasca-Expo telah disiapkan, penyelenggara menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung hingga hari penutupan. Dengan antusiasme yang terus meningkat, Expo 2025 Osaka diharapkan menjadi penutup yang berkesan bagi enam bulan perayaan kreativitas, teknologi, dan kolaborasi global.
Dikutip dari NHK NEWS
