NIINDO – Sebuah gempa dengan magnitudo 5 mengguncang Pulau Suwanosejima di Prefektur Kagoshima, Jepang barat daya, pada Rabu (17/09/2025) malam. Getaran tersebut tercatat pada skala intensitas seismik Jepang dengan kekuatan 5 lemah, di mana skala itu berkisar dari nol hingga tujuh. Peristiwa ini menandai meningkatnya aktivitas seismik yang terus berlangsung di sekitar wilayah kepulauan kecil tersebut.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan bahwa peningkatan aktivitas seismik mulai terpantau sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Hanya berselang kurang dari dua jam, tepatnya pukul 21.55, sebuah gempa berkekuatan magnitudo 5 mengguncang Suwanosejima. Di pulau tetangga, Akusekijima, getaran tercatat dengan kekuatan magnitudo 3. Meski demikian, otoritas memastikan bahwa gempa tersebut tidak memicu tsunami.
Menurut analisis JMA, gempa utama itu diperkirakan memiliki magnitudo 4,7 dengan pusat gempa berada pada kedalaman sekitar satu kilometer. Data pemantauan juga menunjukkan bahwa hingga Kamis (18/09/2025) pukul 11.00, sebanyak 34 kali gempa dengan intensitas satu atau lebih tinggi telah terjadi di wilayah tersebut. Dua di antaranya, yang terjadi pada Kamis pagi, tercatat dengan kekuatan magnitudo 3.
Baca juga : Bagian Grand Ring World Expo 2025 Osaka Akan Dilestarikan sebagai Taman Peringatan
Para pejabat JMA memperingatkan bahwa gempa-gempa susulan dengan kekuatan hingga sekitar magnitudo 5 lemah masih mungkin terjadi dalam sepekan ke depan. Mereka juga mengimbau masyarakat setempat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan, termasuk longsor, mengingat kondisi tanah yang mungkin melemah akibat getaran berulang.
Lebih lanjut, JMA menegaskan bahwa aktivitas seismik terbaru ini tampaknya tidak berhubungan langsung dengan rangkaian gempa yang mengguncang wilayah Akusekijima dan Kodakarajima sejak akhir Juni lalu. Meski sama-sama terjadi di Kepulauan Tokara, pusat gempa kali ini berasal dari lokasi berbeda yang sudah menunjukkan aktivitas getaran vulkanis sejak bulan Juli.
Gunung berapi di Suwanosejima sendiri diketahui telah mengalami letusan berulang kali dalam beberapa bulan terakhir. Namun, hingga saat ini, pihak berwenang belum menemukan adanya perubahan signifikan pada aktivitas vulkanik yang bisa dikaitkan dengan gempa terbaru.
Baca juga : Sup Talas Raksasa Jadi Daya Tarik Festival Musim Gugur di Yamagata
Dengan kondisi aktivitas seismik yang masih berlanjut, pihak JMA terus memantau secara ketat perkembangan situasi, sembari mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap risiko gempa susulan maupun bencana sekunder yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dikutip dari NHK NEWS
