NIINDO—Pada 28 Agustus 2025, seorang pilot Japan Airlines (JAL) yang dijadwalkan menerbangkan pesawat dari Honolulu menuju Bandara Chubu Centrair, Jepang, melaporkan sakit dan mengakui bahwa ia telah mengonsumsi alkohol di hotel sebelum bertugas. Akibat pengakuannya, pihak maskapai segera mencopotnya dari tugas. Akibat insiden ini, tiga penerbangan tertunda—dua di antaranya mengalami penundaan hingga 18 jam—yang berdampak pada sekitar 630 penumpang.
Baca Juga : Produksi Nissan GT-R Resmi Dihentikan: Akhir Era Sang “Godzilla”
Penyelidikan dan Reaksi Resmi
Kementerian Land, Infrastructure, Transport and Tourism Jepang (MLIT) langsung melakukan inspeksi mendadak di kantor pusat JAL di Tokyo.
JAL menyampaikan permintaan maaf yang tulus: “Kami sangat menyesali ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan pihak-pihak terkait. Insiden ini kami anggap serius, terlebih terjadi saat kami sedang berada di bawah pengawasan administratif akibat sejumlah pelanggaran keamanan sebelumnya, termasuk kasus terkait alkohol.”
Pola Insiden yang Berulang
Kasus ini bukanlah yang pertama. Desember 2024, JAL menerima “business improvement advisory” dari MLIT setelah dua pilot dilaporkan melanggar batas konsumsi alkohol (di atas limit 12 jam sebelum tugas) sebelum penerbangan dari Melbourne ke Narita, menyebabkan penundaan tiga jam.Berbagai tindakan disipliner telah diambil: pemotongan gaji 30% selama dua bulan bagi Presiden Mitsuko Tottori dan Ketua Yuji Akasaka (yang juga dicopot dari jabatan pengawas keselamatan), serta penurunan jabatan beberapa eksekutif lainnya.
Tindakan Preventif & Tantangan Budaya
JAL telah mengimplementasikan sejumlah prosedur pencegahan, antara lain:Membangun daftar pilot yang dianggap “high-risk” terkait pola konsumsi alkohol;Meningkatkan pengawasan baik selama maupun luar jam tugas;Mengencangkan protokol tes alkohol sebelum penerbangan.
Meski demikian, pola insiden ini membangkitkan keprihatinan: bagaimana maskapai bisa memastikan ketatnya disiplin pilot dalam konteks budaya Jepang yang sering menormalisasi konsumsi alkohol pasca kerja? Hal ini menjadi tantangan serius dalam menjaga integritas dan keamanan operasional maskapai di mata publik.
