NIINDO – Sekitar setengah dari pedagang grosir beras Jepang mengatakan tidak ada perubahan dalam isu kekurangan stok beras, bahkan setelah pemerintah mulai merilis stok beras cadangan nasional pada pertengahan Maret.
NHK menanyakan tentang transaksi beras pascapelepasan stok beras cadangan terhadap 13 anggota asosiasi koperasi grosir beras nasional.
Tujuh anggota mengatakan tidak ada perbaikan dalam isu kekurangan stok baru-baru ini. Hanya empat yang mengatakan situasinya membaik.Ke-13 perusahaan tersebut mengatakan harga pembeliannya tidak turun, atau hampir sama. Lima anggota mengatakan telah memberi tahu klien, termasuk supermarket, terkait rencana menaikkan harga grosir bulan ini.
Baca juga : Shibazakura Bermekaran Indah di Taman Hitsujiyama, Saitama
Beberapa pedagang grosir mengatakan pihaknya menyesuaikan jumlah beras yang dijual untuk memastikan stoknya cukup hingga beras panen berikutnya memasuki pasar pada akhir tahun ini.
Seorang pedagang grosir di Kyushu, Jepang barat daya, mengatakan harga masih tinggi, dan pasti akan naik pada panen tahun ini dibandingkan tahun lalu.
Profesor Ando Mitsuyoshi dari Universitas Tokyo mengatakan harga akan turun jika didapat hasil yang besar pada panen raya tahun ini sebagaimana yang diharapkan. Namun, hal itu tampaknya tidak terjadi saat ini.
Baca juga : Demo “Mobil Terbang” di Osaka Expo Batal karena Suku Cadang Rusak
Ia menambahkan, “Kapasitas produksi di Jepang menurun. Peningkatan produksi bergantung kepada seberapa banyak padi yang dapat dipanen di daerah penghasil beras di Jepang timur. Namun, hal itu tidak jelas dan kekhawatiran tetap ada karena faktor usia membuat banyak petani berhenti bekerja.”
Ando juga mengatakan besarnya panen tahun ini seharusnya memberikan gambaran yang jelas tentang besaran produksi beras negara ini.
Dikutip dari NHK NEWS
