NIINDO – Para pakar mengatakan kelainan ginjal yang disebut sindrom Fanconi telah ditemukan pada pasien yang melaporkan masalah kesehatan setelah mengonsumsi suplemen yang mengandung bahan yang diproduksi oleh produsen obat yang berbasis di Osaka.
Kobayashi Pharmaceutical secara sukarela menarik kembali tiga produk yang mengandung bahan “beni-koji” atau ragi merah.
Asosiasi Nefrologi Jepang melakukan penelitian untuk mengetahui apakah orang mengalami masalah ginjal setelah mengonsumsi suplemen itu.
Baca juga : Taman Kenroku-en di Kanazawa Dibuka untuk Melihat Sakura Gratis
Dalam laporan sementara yang dirilis pada Senin (01/04/2024), asosiasi tersebut mengatakan sindrom Fanconi diamati pada 46 dari 47 pasien yang mengalami gangguan ginjal.
Sindrom Fanconi adalah sekelompok gejala yang menghalangi penyerapan zat yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi fisik. Sindrom itu menyebabkan kelelahan, dehidrasi, dan masalah kesehatan lainnya.
Pada sejumlah kasus, pasien mengalami gejala tersebut dalam waktu dua bulan setelah mulai mengonsumsi suplemen itu.
Para pakar mengatakan masyarakat harus berhenti mengonsumsi produk ini.
Dikutip dari NHK NEWS
