NIINDO – Bank sentral Jepang (BOJ) mengatakan sebuah indikator utama mengisyaratkan permintaan telah melebihi pasokan sehingga berpotensi mendorong harga yang lebih tinggi. Kesenjangan produksi mencapai angka positif untuk pertama kalinya dalam tiga tahun sembilan bulan.
Bank sentral itu memperkirakan angka untuk periode Oktober hingga Desember tahun lalu mencapai 0,02. Angka positif berarti permintaan lebih tinggi daripada pasokan sehingga menaikkan harga.
BOJ bulan lalu memutuskan untuk mengakhiri kebijakan suku bunga negatif untuk pertama kalinya dalam 17 tahun. Para pengambil kebijakan mengatakan bahwa target inflasi stabil sebesar 2 persen akan tercapai.
Analis mengamati bagaimana kesenjangan produksi positif dapat memengaruhi kebijakan bank itu di masa depan.
Dikutip dari NHK News
