NIINDO – Kementerian Kesehatan Jepang dan pejabat setempat memeriksa pabrik farmasi yang menangani bahan mentah suplemen makanan yang mengandung bahan “beni-koji”, atau beras ragi merah. Suplemen tersebut tampaknya terkait dengan penyakit ginjal dan gangguan kesehatan lainnya.
Pabrik tersebut dioperasikan oleh anak perusahaan Kobayashi Pharmaceutical di Prefektur Wakayama, Jepang barat.
Sebuah tim yang terdiri dari 17 pejabat Kementerian Kesehatan dan Prefektur Wakayama tiba di pabrik itu pada Minggu (31/03/2024) pagi untuk melakukan inspeksi berdasarkan Undang-Undang Sanitasi Makanan.
Baca juga : Otoritas Geledah Pabrik di Osaka Terkait “Beni-koji”
Pabrik tersebut, di Kota Kinokawa, menerima peralatan produksi dari pabrik farmasi Kobayashi yang sudah tua di Kota Osaka setelah ditutup pada bulan Desember lalu.
Juru bicara Kobayashi Pharmaceutical Tomiyama Yuko pada hari Minggu mengatakan kepada wartawan bahwa perusahaan akan sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang selama inspeksi di tempat.
Pada Sabtu (30/03/2024), Kementerian Kesehatan dan pejabat Kota Osaka menginspeksi pabrik di Osaka tempat Kobayashi Pharmaceutical telah mengidentifikasi zat yang dikenal sebagai asam puberulat dalam sampel yang diproduksi antara bulan April dan Oktober tahun lalu. Kaitan langsung antara zat tersebut, yang sering dihasilkan dari jamur biru, dan gangguan kesehatan masih belum jelas.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
