NIINDO – Perusahaan Tenaga Listrik Tokyo (TEPCO) mengungkapkan harapan untuk memasukkan bahan bakar nuklir ke dalam reaktor pembangkit listriknya di Prefektur Niigata, di wilayah pesisir Laut Jepang, secepatnya pada pertengahan April. Langkah itu ditujukan sebagai bagian dari persiapan untuk mengaktifkan kembali PLTN tersebut. Demikian informasi yang didapat NHK.
Sumber mengatakan perusahaan itu memutuskan untuk mengajukan permohonan memasukkan bahan bakar ke dalam reaktor nomor 7 PLTN Kashiwazaki-Kariwa kepada Otoritas Regulasi Nuklir (NRA) pada Kamis (28/03/2024). Prosedur tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan yang diperlukan agar reaktor dapat aktif kembali.
Pada tahun 2017, reaktor nomor 6 dan nomor 7 di PLTN tersebut lolos pemeriksaan NRA, yang merupakan prasyarat untuk mengoperasikan kembali reaktor tersebut. Namun, NRA mengeluarkan larangan de facto terhadap operasi PLTN tersebut setelah ditemukan adanya kelemahan dalam tindakan antiterorisme. Perintah itu dicabut pada Desember tahun lalu.
Baca juga : Dua Orang Lagi Meninggal setelah Mengonsumsi Suplemen “Beni-Koji”
Sumber juga mengatakan bahwa TEPCO dalam aplikasinya tidak akan menyatakan waktu pengoperasian kembali PLTN tersebut dengan mengatakan bahwa prospek pekerjaan yang diperlukan masih belum jelas. Disebutkan bahwa TEPCO akan memberikan penjelasan terkait waktunya pada kesempatan berikutnya.
Mendapatkan persetujuan warga setempat adalah kunci untuk mengaktifkan kembali PLTN. Kementerian Perindustrian telah meminta pemahaman dari Gubernur Niigata Hanazumi Hideyo mengenai kebijakan pemerintah pusat untuk mengaktifkan kembali PLTN.
Hanazumi mengatakan bahwa setelah gempa di Semenanjung Noto yang melanda wilayah tersebut pada 1 Januari, kekhawatiran makin meningkat di Niigata terkait langkah evakuasi bagi masyarakat jika terjadi kecelakaan. Ia mengindikasikan bahwa prefekturnya akan mencermati langkah pemerintah.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
