NIINDO – Produsen obat besar Jepang, Kobayashi Pharmaceutical, telah mengungkapkan bahwa satu orang yang mengonsumsi salah satu suplemen makanannya telah meninggal akibat penyakit ginjal awal tahun ini.
Perusahaan yang berbasis di Osaka itu mencurigai adanya hubungan sebab akibat antara produk tersebut dan kasus kematian itu, serta sedang melakukan penyelidikan.
Suplemen yang disebut “Benikoji CholesteHelp” mengandung sejenis ragi yang disebut “beni-koji”. Perusahaan menarik kembali tiga jenis suplemen makanan yang mengandung bahan ini, karena adanya laporan penyakit ginjal dan masalah kesehatan lainnya. Perusahaan itu menyerukan orang-orang untuk berhenti menggunakannya.
Kobayashi Pharmaceutical mendapat informasi dari keluarga mendiang bahwa orang tersebut membeli “Benikoji CholesteHelp” selama sekitar tiga tahun berturut-turut sejak April 2021.
Baca juga : Polisi Jepang Peringatkan Taktik Penipuan Pekerja TI Korea Utara
Para pejabat perusahaan itu mengatakan mereka menerima lebih dari 3.600 surat elektronik setelah mengumumkan laporan masalah kesehatan pada Jumat (22/03/2024). Mereka mengatakan keluarga mendiang mengirim surat elektronik kepada perusahaan tersebut pada Sabtu (23/04/2024) malam, tetapi tidak dapat memastikan telah menerima pesan tersebut hingga Senin (25/03/2024).
Perusahaan telah memastikan bahwa 26 orang lainnya yang dirawat di rumah sakit karena masalah kesehatan. Pihaknya juga telah menerima panggilan telepon dari sekitar 50 orang yang mengatakan telah diopname di rumah sakit. Produsen makanan tersebut menyatakan tengah menyelidiki situasi yang terkait masalah kesehatan itu.
Produsen makanan itu secara sukarela menarik kembali produk yang mengandung bahan “beni-koji” yang digunakan dalam suplemen yang ditarik tersebut. Kobayashi Pharmaceutical telah menjual “beni-koji” anak perusahaannya.
Dikutip dari NHK NEWS
