NIINDO – Sebuah LSM Jepang mengirimkan pasokan medis untuk sekitar 1.000 pasien ke Jalur Gaza. Jumlah korban tewas akibat operasi militer Israel di wilayah tersebut dilaporkan telah melampaui 30.000 jiwa.
LSM yang berbasis di Prefektur Kanagawa tersebut dipimpin oleh Dr. Kuwayama Norihiko, yang telah mengunjungi Gaza lebih dari 40 kali. Kelompok ini sudah bersiap sejak tahun lalu untuk menyediakan obat-obatan ke rumah sakit yang dikelola pemerintah di Kota Rafah, Gaza selatan. Saat ini, RS itu menampung hampir 1,5 juta orang, kebanyakan adalah pengungsi.
Kelompok tersebut mengatakan staf lokal membeli enam jenis pasokan medis termasuk antibiotik serta obat bius untuk sekitar 1.000 pasien dan mengantarkannya ke rumah sakit tersebut pada 13 Maret.
Baca juga : Kishida Instruksikan LDP Putuskan Hukuman atas Skandal Penggalangan Dana
Biaya pengadaannya, sekitar 1,2 juta yen atau 8.000 dolar, ditanggung oleh dana yang disediakan oleh Japan Platform dan pihak lain. Japan Platform merupakan organisasi yang menyalurkan bantuan untuk kegiatan sejumlah LSM Jepang.
LSM Kuwayama ini awalnya ingin melakukan pengiriman pada Desember tahun lalu. Penundaan ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan yang dibawa ke Jalur Gaza serta terhentinya kegiatan staf lokal karena alasan keamanan.
Kuwayama mengatakan ini adalah pertama kalinya kelompoknya menghadapi kesulitan dalam memberikan obat-obatan. Ia berjanji akan terus melanjutkan upaya tersebut meskipun aktivitas tiap individu mungkin terbatas.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
