NIINDO – Panel gempa pemerintah Jepang mengatakan serangkaian gempa terbaru mungkin tengah mereda di Prefektur Chiba, sebelah timur Tokyo. Namun, panel itu mendesak masyarakat untuk tetap waspada dengan mengatakan guncangan kuat masih bisa terjadi.
Komite Penelitian Gempa bertemu pada Senin (11/03/2024) untuk menyusun penilaian terbaru mengenai aktivitas seismik di lepas pantai timur Prefektur Chiba dan daerah sekitarnya.
Komite itu mengatakan aktivitas gempa meningkat pada 26 Februari. Hingga Senin sore, disebutkan telah terjadi 42 gempa dengan intensitas 1 atau lebih pada skala 0 hingga 7 Jepang. Di antara gempa-gempa tersebut termasuk gempa bermagnitudo 5,3 pada 1 Maret.
Baca juga : Prefektur Ishikawa yang Dilanda Gempa Buka Toko Khusus di Tokyo
Komite itu mengatakan jumlah gempa yang nyata kini menurun, dan tidak ada yang terasa dalam beberapa hari terakhir. Dikatakan pula bahwa apa yang disebut sebagai fenomena selip lambat pada batas lempeng samudra dan lempeng benua di wilayah tersebut juga tampaknya mulai berkurang.
Namun, komite itu mengatakan aktivitas seismik telah berlangsung selama berbulan-bulan pada kasus-kasus sebelumnya. Dikatakan masyarakat harus tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa kuat dengan intensitas sekitar 5 lemah.
Komite ini diketuai oleh Hirata Naoshi, profesor emeritus di Universitas Tokyo. Ia mengatakan aktivitas gempa besar tampaknya mulai berkurang, tetapi guncangan yang relatif kuat pernah terjadi di masa lalu setelah aktivitas seismik mereda.
Hirata menyerukan masyarakat untuk waspada selama satu bulan atau lebih.
Dikutip dari NHK NEWS
