NIINDO – Angka pendahuluan oleh pemerintah Jepang menunjukkan bahwa jumlah permohonan tunjangan kesejahteraan yang diajukan tahun lalu melampaui 255.000, yang merupakan jumlah tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Kementerian Kesejahteraan Jepang mengatakan hal ini tampaknya disebabkan oleh dampak pandemi virus korona yang berkepanjangan dan kenaikan harga konsumen baru-baru ini sehingga mengurangi tabungan masyarakat.
Angka menunjukkan bahwa terdapat 255.079 permohonan pada 2023. Jumlah ini meningkat 18.123, atau 7,6 persen, dibandingkan tahun sebelumnya.
Ini merupakan jumlah permintaan tunjangan tertinggi sejak data pembanding tersedia pada 2013. Sejak itu, jumlah permohonan menurun dari tahun ke tahun selama enam tahun berturut-turut. Namun, sejak 2020, jumlahnya meningkat selama empat tahun berturut-turut.
Baca juga : Eks Wakil Perusahaan Sewa Jam Tangan Mewah Diburu Polisi
Angka tertinggi terbaru ini juga menandai tingkat kenaikan paling tajam dalam empat tahun terakhir.
Pada Desember, terdapat lebih dari 1,65 juta rumah tangga yang menerima tunjangan kesejahteraan di seluruh Jepang. Jumlah tersebut naik sekitar 7.090, atau 0,4 persen, dari bulan yang sama pada 2022.
Rumah tangga yang terdiri dari lansia lajang berjumlah lebih dari 841.000 atau sekitar 51 persen dari total keseluruhan.
Pejabat kementerian mendesak masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup agar tidak ragu-ragu meminta bantuan pemerintah kota.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
