NIINDO.COM – Hari Jumat (01/03/2024) menandai dua bulan sejak Semenanjung Noto di Jepang dilanda gempa dahsyat pada Hari Tahun Baru. Pekerjaan membersihkan puing-puing berjalan lambat karena kurangnya akomodasi bagi para pekerja.
Prefektur Ishikawa di Jepang tengah mengonfirmasi kerusakan pada lebih dari 76.000 rumah. Dibutuhkan sejumlah besar pekerja dan sukarelawan untuk membersihkan puing-puing.
Akses ke daerah-daerah bencana awalnya terhambat karena jalan yang rusak. Kemajuan dalam perbaikan darurat secara bertahap telah meringankan masalah ini. Sekitar 90 persen jalan utama dan 80 persen jalan yang diperlukan untuk memperbaiki infrastruktur penting telah dipulihkan.
Namun, pekerja pemulihan masih menghadapi kekurangan fasilitas akomodasi karena banyak hotel dan penginapan juga mengalami kerusakan.
Baca juga : Pelepasan Air Olahan Putaran Keempat di PLTN Fukushima Dimulai
Hal ini berarti para pekerja harus pulang pergi setiap hari dari luar daerah yang terkena bencana, sehingga membatasi waktu yang dapat mereka gunakan untuk kegiatan pembersihan.
Tidak terdapat cukup lahan yang bisa diperoleh untuk membangun penginapan baru dalam skala besar. Selain itu, penyediaan perumahan bagi para penyintas bencana juga merupakan prioritas yang lebih tinggi.
Prefektur Ishikawa mengatasi masalah ini dengan membuka ruang bagi para sukarelawan untuk bermalam di sebuah bekas gedung SMP di Kota Anamizu.
Prefektur itu juga berencana mendirikan penginapan di dalam lokasi Bandara Noto.
Dikutip dari NHK World Japan
