NIINDO – Cina masih memberlakukan penangguhan total terhadap impor produk laut dari Jepang, sehingga perusahaan pengolahan kerang simping di Prefektur Hokkaido, Jepang utara, berupaya mengamankan pasar ekspor lain untuk mengurangi ketergantungannya pada negara itu.
Sabtu (24/02/2024) lalu bertepatan dengan enam bulan setelah operator pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang rusak mulai melepaskan air yang telah diolah dan diencerkan ke laut.
Setelah pelepasan dilakukan Cina segera menerapkan larangan terhadap semua impor produk laut dari Jepang, sehingga perusahaan tersebut kesulitan karena kehilangan jalur distribusi utamanya.
Dari 20.000 ton tangkapan kerang simping tahunan perusahaan itu, sekitar 70 persen diekspor ke Cina. Namun, setelah pelarangan itu, terkadang perusahaan tersebut harus menyimpan hingga 4.000 ton kerang simping yang tidak terjual.
Baca juga : Kaisar Naruhito Ultah, Kekaisaran Jepang Disebut Apa?
Musim kerang simping tahun ini akan mencapai puncaknya pada Maret, maka itu perusahaan tersebut mulai menjajaki pasar Indonesia, negara asal sebagian besar pemagang teknisnya.
Perusahaan tersebut sedang melanjutkan negosiasi dengan perusahaan pengolahan produk laut yang berlokasi di dekat ibu kota Jakarta. Indonesia telah mengekspor 150 ton kerang simping sebagai uji coba.
Perusahaan itu berencana untuk membuat pabrik pengupasan kerang simping dan membantunya mengembangkan saluran penjualan domestik.
Hasegawa Hiroyuki, Presiden Hasegawa Seafoods, mengatakan meskipun Cina kembali melanjutkan impor, negara itu mungkin akan kembali memberlakukan penangguhan impor sewaktu-waktu, jadi penting untuk menghindari risiko dengan mengembangkan pasar di negara lain. Perusahaan itu berencana untuk berpartisipasi dalam pameran makanan laut mendatang di Amerika Serikat (AS) pada Maret.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
