Beranda » Tujuh Pekan Pascagempa Noto, Rekonstruksi Masih Jadi Tantangan

Tujuh Pekan Pascagempa Noto, Rekonstruksi Masih Jadi Tantangan

NIINDO – Tujuh pekan setelah gempa besar melanda Semenanjung Noto di Prefektur Ishikawa, Jepang tengah, daerah yang terdampak bencana itu kesulitan mendapatkan cukup pekerja untuk menangani sejumlah besar rekonstruksi.

Bagian utara semenanjung itu, termasuk Kota Suzu, terkena dampak paling parah akibat gempa tanggal 1 Januari. Pasokan air di Suzu hampir seluruhnya terputus.

Jumlah hotel dan penginapan yang terbatas di wilayah tersebut, menyulitkan para pekerja untuk tinggal cukup lama dalam menangani rekonstruksi.

Kondisi ini membuat organisasi nirlaba setempat mulai menerima pekerja sukarela dengan menyediakan tempat tinggal bagi mereka.

Baca juga: Satelit Inspeksi Puing Antariksa Memasuki Orbit

Pemerintah Prefektur Ishikawa juga berencana membangun fasilitas akomodasi di kawasan Bandara Noto. Fasilitas itu akan dapat menampung lebih dari 130 pegawai negeri yang dikirimkan pemerintah daerah lain ke prefektur itu untuk memberikan dukungan.

Di seluruh prefektur tersebut hampir 70.000 rumah dan bangunan lainnya dipastikan rusak pada Jumat (15/02/2024). Namun, sebagian besar bangunan yang runtuh dan puing-puingnya masih terbengkalai.

Sekitar 27.000 rumah tangga dan bisnis di seluruh prefektur itu masih kekurangan pasokan air dan pipa saluran pembuangan rusak parah. Di beberapa ruas jalan masih terdapat celah dan retakan yang belum diperbaiki.

Dikutip dari NHK NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.