NIINDO – Raksasa layanan daring Jepang Rakuten Group membukukan kerugian bersih pada 2023 untuk 5 tahun berturut-turut.
Perusahaan tersebut, yang melaporkan pendapatannya pada Rabu (14/02/2024), mengatakan kerugian tersebut sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya belanja untuk mendirikan stasiun pemancar bagi bisnis telepon selulernya.
Rakuten mengatakan kerugian bersihnya mencapai hampir 339,4 miliar yen atau 2,26 miliar dolar.
Baca juga :Jepang Merosot ke Peringkat Keempat Ekonomi Global
Sisi positifnya, perusahaan itu melaporkan penjualan dengan rekor tertinggi lebih dari 2 triliun yen atau 13,8 miliar dolar. Ini merupakan kenaikan sebesar 7,8 persen dari tahun sebelumnya. Bisnis ritel dan keuangan daring membukukan pendapatan yang solid.
Rakuten mengatakan akan fokus pada pelanggan bisnis untuk unit telepon selulernya agar dapat menghasilkan laba sesegera mungkin. CEO Rakuten Group Mikitani Hiroshi mengatakan tidak terlalu khawatir dengan posisi keuangan perusahaan dan perusahaan tersebut memiliki berbagai pilihan untuk menggalang dana sesuai kebutuhan.
Baca juga : Serbuk Sari Pohon Cedar Mulai Menyebar di Tokyo
Perusahaan itu memiliki obligasi korporasi senilai 800 miliar yen, atau 5,3 miliar dolar, yang akan jatuh tempo tahun ini dan tahun depan. Perusahaan menerbitkan obligasi untuk membantu mendanai pembangunan stasiun pemancar bergerak.
Rakuten Group pada Desember mengatakan akan menjual saham di unit perbankannya untuk menutupi sebagian pembayaran obligasi tahun ini.
Dikutip dari NHK NEWS
