NIINDO – Pameran seniman Ukiyo-e Jepang pertama di dunia yang aktif pada akhir abad ke-18 tengah digelar di sebuah museum dekat Tokyo.
Pertunjukan yang menampilkan karya Chobunsai Eishi, seorang samurai yang menjadi seniman di akhir Zaman Edo, diadakan di Museum Seni Kota Chiba.
Baca juga : Acara Sumo Amal NHK Galang Dana Pembelian Kendaraan bagi Fasilitas Terlanda Gempa
Chobunsai sangat populer di kalangan pecinta seni luar negeri sehingga sebagian besar karyanya jatuh ke tangan orang-orang di luar Jepang selama Periode Meiji dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Museum Jepang itu mengumpulkan sekitar 160 karya untuk pertunjukan ini. Di antaranya adalah karya yang dipinjamkan dari British Museum, Inggris, dan Museum of Fine Arts, Boston, di Amerika Serikat.
Salah satu karya yang dipinjam dari museum di Boston menggambarkan seorang wanita di Yoshiwara, yang terkenal sebagai kawasan hiburan pada saat itu, mengenakan kimono indah dengan warna-warna cerah.
Baca juga : Tahan Gempa, Ini Rahasia Kokohnya Bangunan di Distrik Akasaki Jepang
Satu lagi adalah karya di layar lipat yang ditemukan saat mencari karya untuk dipamerkan di pameran itu. Chobunsai dengan penuh warna menggambarkan kimono serta wanita-wanita yang dikenal sangat cantik di Jepang dan Cina, seperti Ono no Komachi dan Yang Guifei.
Wakil Direktur museum itu, Tanabe Masako, mengatakan bahwa menurutnya banyak pengunjung yang melihat karya Chobunsai untuk pertama kalinya masih bisa secara langsung mengapresiasi keindahan sebagian besar karya-karya itu.
Pameran ini akan berlangsung hingga 3 Maret.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
