NIINDO- Sudah hampir sebulan sejak gempa besar melanda Semenanjung Noto di Jepang tengah pada Hari Tahun Baru. Lebih dari 230 orang dikonfirmasi tewas dan lebih dari 14.000 pengungsi masih tinggal di tempat evakuasi.
Di Prefektur Ishikawa saja, 19 orang masih belum ditemukan, dan kehidupan orang-orang yang tinggal di daerah tersebut masih terganggu. Aliran air masih terputus di sekitar 40.000 rumah dan tempat usaha, termasuk tempat evakuasi.
Masyarakat tidak bisa mencuci pakaian karena air tidak memiliki air. Beberapa kelompok sukarelawan mengumpulkan pakaian untuk dicuci dari sekitar 50 orang yang mengungsi ke sebuah sekolah dasar di Kota Nanao.
Baca juga : Ekspor Pangan Jepang Capai Rekor Tertinggi
Pada Selasa (30/01/2024), enam orang lansia menghabiskan waktu berjam-jam dalam perjalanan dari Kota Wajima di Prefektur Ishikawa ke Kota Katsuyama di Prefektur Fukui yang berdekatan. Mereka harus meninggalkan pusat evakuasi karena kekurangan air.
Sementara itu, kemajuan telah dicapai dalam pemulihan listrik. Perusahaan Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik Hokuriku mengatakan pemadaman listrik kemungkinan besar akan teratasi pada Rabu (31/01/2024) berkat kerja sama yang dilakukan dengan perusahaan listrik lainnya.
Dikutip dari NHK WORLD JAPAN
